17 October 2019, 15:35 WIB

Pertamina MOR IV Jadikan Mernek sebagai Desa Iklim


Liliek Dharmawan | Nusantara

MI/Liliek Dharmawan
 MI/Liliek Dharmawan
General Manager Pertamina MOR IV Jateng DIY meresmikan kampung iklim di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Jawa Tengah

PERTAMINA Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah (Jateng) dan DIY mengucurkan dana CSR senilai Rp200 juta untuk membangun desa iklim di Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Jateng. Ada setidaknya empat sektor yang bakal dibangun yakni kemandirian ekonomi, pertanian dan peternakan, keamanan dan kenyamanan desa serta lingkungan.

General Manager (GM) MOR IV Jateng-DIY Iin Febrian menyatakan kampung iklim Mernek Jenek diresmikan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa setempat. Mernek Jenek yang dijadikan tema kampung iklim tersebut berarti agar masyarakat tetap jenek atau betah di kampung halaman. Sehingga mereka tidak mengikuti urbanisasi ke kota atau kota besar.

"Program Mernek Jenek adalah proses pemberdayaan lingkungan dan masyarakat secara berkesinambungan. Tahun ini, kami mengucurkan Rp200 juta dan nantinya akan dilakukan secara keberlanjutan," ujar Iin usai meresmikan Mernek sebagai kampung iklim.

Jika empat fokus garapan dalam rangka Mernek Jenek berjalan baik, diharapkan nantinya ekonomi masyarakat dapat berkembang dengan meningkatkan sektor pertanian, peternakan, perikanan budi daya yang tujuannya adalah memandirikan ekonomi desa.

"Kalau untuk sektor lingkungan, desa setempat sudah memulai dengan mengurangi sampah plastik. Misalnya, dalam pertemuan, warga tidak menggunakan air mineral plastik dan digantikan lagi dengan gelas. Di sisi lain, nantinya sampah plastik diolah, demikian juga dengan sampah organiknya," ungkapnya.

Baca juga: Desa Binaan di Jambi Raih Penghargaan Program Kampung Iklim KLHK

Iin berharap dengan adanya program tersebut, warga yang bertempat tinggal di Desa Mernek tidak berpindah tempat ke kota lain atau menjadi TKI untuk mencari pekerjaan. Program ini pun bermula dari banyaknya urbanisasi yang dilakukan masyarakat Desa Mernek untuk pindah ke kota-kota besar.

"Fokus dari program ini pun salah satunya menitikberatkan pada penciptaan lapangan pekerjaan, kemandirian serta berfokus pada lingkungan di wilayah desanya dan tentu saja dengan empat pilar Mernek Jenek yang diciptakan," imbuhnya.

Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin mengatakan sekarang yang sudah mulai berjalan adalah sektor pertanian karena desa setempat mengembangkan benih padi dengan varietas khas Mernek, budi daya ikan gurame, makanan olahan dan pemanfaatan sampah plastik.

"Kami baru memanfaatkan sampah plastik untuk ecobricks dan kerajinan. Tetapi dengan adanya program kampung iklim, kami dibantu peralatan komposter yang akan mengolah pupuk organik. Sementara ini yang melakukan pengelolaan adalah para ibu yang berada di sembilan RW di Desa Mernek," tutur Bustanul.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT