17 October 2019, 13:17 WIB

Ribuan Warga Unjuk Rasa Desak Pemkab Cianjur Tutup Pabrik Galena


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Ribuan orang berdemo meminta Pemkab Cianjur menutup pabrik  pengolahan bahan baku timah (galena), Kamis (17/10).

RIBUAN warga Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuntut ditutupnya aktivitas operasional pabrik pengolahan bahan baku timah (galena) di wilayah mereka. Selain diduga ilegal, pabrik tersebut diduga mencemari lingkungan yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat setempat.

Warga tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cikalongkulon Sauyunan (GMCS) berunjuk rasa ke Pendopo Cianjur, Kamis (17/10). Mereka meminta Pemkab Cianjur bertindak tegas menyikapi permasalahan tersebut. Beberapa perwakilan warga beraudiensi dengan para pimpinan perangkat daerah teknis. Hasil kesepakatan, Pemkab Cianjur bakal menutup aktivitas pabrik tersebut.

"Tuntutan kami hanya satu, tutup pabrik tersebut," tegas Agus, perwakilan warga, usai audiensi, Kamis (17/10).

Berdasarkan data, pabrik tersebut berdiri sejak 2008. Awalnya bernama PT Lola dengan perizinan lengkap. Kemudian pada 2010 berubah nama menjadi PT Set Java. Berjalan hingga 2018, terjadi pecah kongsi antarpemilik saham di perusahaan tersebut.

Kemudian muncul perusahaan baru atas nama PT Indo Central Mining Service. Dari sisi perizinan, PT Indo Central Mining Service belum melengkapi perizinan. Kabarnya, saat ini sedang dalam proses melengkapi perizinan.

"Selama perusahaan itu (PT Indo Central Mining Service) beroperasi, warga merasakan dampaknya karena terjadi pencemaran udara dan pencemaran air," jelasnya.

Dampak yang paling dirasakan saat ini kalangan santri di Pondok Pesantren Batukurung. Mereka dan para warga lainnya mengalami sesak napas.

"Dampak yang dirasakan sesak napas karena terjadi polusi udara dari asap pabrik. Bahkan sudah ada korban. Memang ini butuh investigasi secara medis. Tapi pemicunya diduga karena pencemaran asap," tandasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah, mengaku selama ini PT Indo Central Mining Service belum mengantongi perizinan. Dari hasil kesepakatan, operasional pabrik disegel melalui Satpol PP.

"Selama dalam proses penyegelan, maka tidak boleh ada aktivitas dan produksi," tutur Cecep.

baca juga: Peternak Sapi Perah Getas Dapat Bantuan Tangki Pendingin Susu

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan beberapa waktu lalu bersama unsur Muspika Cikalongkulon melakukan pengosongan sehingga tidak ada kegiatan lagi. Namun kalaupun terjadi aktivitas lagi,

"Hasil kesepakatan dari audiensi, hari ini kita tutup aktivitas dan operasional pabrik," tegas Muzani. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT