17 October 2019, 12:35 WIB

Pemerintah Serap Gagasan Masyarakat Adat Dayak


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Bayu Pratama
 ANTARA FOTO/Bayu Pratama
 Kepala adat suku Liyu, Ali Ancin (tengah) memimpin ritual Nyerah Ngemonta (menyerahkan hasil panen), rangkaian acara Mesiwah Pare Gumboh

SEKRETARIS Utama Kementerian PPN/Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo menyatakan pemerintah akan mendengar masukan dari masyarakat Adat Dayak. Hal itu disampaikan saat pembukaan Seminar Nasional: Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya terhadap Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur di Gedung Saleh Afiff Kementerian PPN/Bappenas Jakarta, Kamis (17/10).

Seminar nasional itu bertujuan menampung gagasan konstruktif dari Masyarakat Adat Dayak sebagai pemangku utama pembangunan.

"Jadi dalam konteks ini kami akan lebih banyak mendengar, mencatat, meresapi dan menampung aspirasi gagasan serta masukan konkrit dari para tokoh dan ahli budaya yang hadir," ujar Himawan dalam sambutannya.

Menurut Himawan, rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) sebagai pusat pemerintahan ke Kalimatan Timur didasarkan pada hasil kajian yang mendalam. IKN baru nantinya akan dibangun dengan konsep kota di dalam hutan atau forest city. Konsep itu mewadahi konsep pembangunan dengan visi modern, hijau, cerdas, indah dan berkelanjutan.

Himawan juga memberi catatan IKN baru tetap mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang berdaulat majemuk dan berperadaban berdasarkan visi Indonesia 2045.

"Pada tahun 2045 nanti akan menjadi negara maju yang berpengaruh di dunia. Yang sedang kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan rencana besar tersebut," tambah Himawan.

Baca juga: Dewan Adat Dayak Tagih Janji Pembangunan Jembatan Kotabaru

Pemerintah juga memastikan seluruh aspek terpenuhi, termasuk sosial budaya. Faktor mitigasi bencana juga mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Memastikan kondisi yang perlu termasuk dalam aspek sosial budaya dapat dipenuhi sekaligus memastikan agar setiap faktor risiko yang telah ditetapkan memiliki rencana mitigasinya," lanjutnya.

Hiwaman juga menyampaikan suku bangsa Dayak beserta segenap keberagaman budaya telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Budaya Dayak telah turut andil melahirkan ideologi Pancasila.

Suku bangsa Dayak juga mengedepankan nilai-nilai seperti hormat dan patuh kepada leluhur orang tua dan juga kepada negara. Suku Dayak juga berperan penting dalam menjaga dan menempatkan hutan sebagai sumber peradaban Masyarakat Adat Dayak.(OL-5)

BERITA TERKAIT