17 October 2019, 11:26 WIB

Libur Sekolah di Sumsel Diperpanjang


Dwi Apriani | Nusantara

Antara
 Antara
Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan. Libur sekolah diperpanjang karena kualitas udara cukup buruk. 

PEMERINTAH Kota Palembang memperpanjang hari libur siswa di tingkat Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama. Hal itu tidak lain karena kabut asap di Palembang masih sangat pekat. Semula diketahui libur berlaku sejak 14-16 Oktober 2019, namun diperpanjang lagi 17-18 Oktober 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto mengatakan libur sekolah dampak asap karhutla diperpanjang hingga 18 Oktober 2019. Untuk menghadapi situasi asap Karhutla itu, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah mulai dari PAUD hingga SMP sesuai dengan kewenangannya.

"Kota Palembang sepekan terakhir kembali mengalami kabut asap yang sangat tebal dan kualitas udaranya di level berbahaya. Sekolah di daerah ini diminta menerapkan kebijakan belajar di rumah," kata dia, Kamis (17/10).

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya menambahkan, pihaknya mengambil kebijakan itu sebagai upaya agar siswa tidak terkena penyakit akibat asap.

"Ada sekitar 500 sekolah yang diliburkan. Guru wajib tetap datang ke sekolah, namun jam kerjanya saja dipercepat saja, hingga 15.00 WIB," jelasnya.

baca juga: Jambi dan Sumsel masih Berselimut Asap

Meski diliburkan, bukan berarti guru lepas tangan. Guru tetap memberikan tugas untuk siswa di rumah.

"Kebijakan ini tertera dalam SK Walikota. Libur tapi tetap diberikan tugas. Ini dilakukan agar bisa mengejar kurikulum yang tertinggal," tandasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT