17 October 2019, 10:35 WIB

Jambi dan Sumsel masih Berselimut Asap


Siswantini Suryandari | Nusantara

Antara
 Antara
Kabut asap pekat masih menyelimuti Jambi dan Sumatra Selatan. Sementara di Kalimantan sudah tidak terdeteksi kabut asap.

KONDISI umum di Sumatra masih terdeteksi asap cukup tebal. Terutama di Jambi dan Sumatra Selatan. Jarak pandang yang pendek dan kondisi cuaca berasap. Sedangkan di Kalimantan, karhutla relatif sudah berkurang dan tidak terdeteksi asap.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo dalam keterangan resmi mengatakan jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hanya 0,8 km karena udara di wilayah itu penuh dengan kabut asap. Demikian juga di Jambi jarang pandang di Bandara Sultan Thaha hanya memiliki jarak pandang 0,4 km. Sementara bandara-bandara lainnya dalam kategori relatif aman. Termasuk di wilayah Kalimantan.

Pantauan hotspot dari LAPAN yang dianalisis oleh BMKG pada hari ini, Kamis (17/10) pada pukul 07.00 WIB dengan tingkat kepercayaan 81%-100% menunjukkan ada 134 titik panas di Jambi dan 89 titik panas di Sumatra Selatan.

"Namun karhutla yang cukup banyak terjadi di Kabupaten Merauke, Papua sebanyak 263 titik yang tersebar di 17 distrik.  Antara lain Animha, Elikobel, Ilwayab, Jagebob, Kaptel, Kimaan, Kurik, Malind, Merauke, Muting, Naukenjerai, Ngguti, Okaba, Sota, Tabonjo, Tanahmiring, Tubang, dan Waan. Untuk mengatasi karhutla, pihak-pihak berwenang telah melakukan pemadaman bersama masyarakat dengan menggunakan alat manual.

baca juga: Bupati Sunur Minta Presiden Resmikan RSUD Lewoleba

"Sosialisasi juga terus dilakukan tentang bahaya kebakaran hutan dan larangan membuka lahan dengan cara membakar hutan," terang Agus.
(OL-3)

 

BERITA TERKAIT