17 October 2019, 05:40 WIB

Percepat Kendaraan Listrik, PLN Gaet 20 Mitra Strategis


(RO/E-3) | Ekonomi

Dok.PLN
 Dok.PLN
Penandatanganan MoU PT PLN (Persero) dengan 20 mitra strategis disaksikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng 20 mitra perusahaan strategis untuk mempercepat implementasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (memorandum of understanding) bersama ke 20 perusahaan tersebut dilakukan di Auditorium BJ Habibie BPPT, Jakarta Pusat, kemarin. Penandatanganan itu disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala BPPT Hammam Riza dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani serta dihadiri CEO 20 mitra strategis.

Kerja sama itu merupakan langkah konkret dan komitmen bersama untuk mengimplementasikan Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (battery electric vehicle).

Dalam sambutannya, Luhut meng-ungkapkan perkembangan teknologi yang sangat cepat harus diikuti langkah yang cepat, tepat dan strategis.

"Dunia ini cepat mengembangkan teknologi. Saya harap kalau bersinergi seperti ini, pasti bisa. Saya senang PLN mampu memobilisasi seperti ini. Kita tidak boleh berhenti di MOU saja, segala macam aturan kita ikuti," ungkap Luhut.

Pada kesempatan yang sama, Sripeni mengungkapkan apresiasinya atas sambutan yang baik dari seluruh mitra perusahaan yang terlibat dalam kerja sama tahap awal ini. Dia menambahkan kolaborasi dan dukungan banyak pihak diharapkan bisa mempercepat realisasi pemanfaatan kendaraan listrik di segala lini.

Dia menyatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan 20 mitra tersebut sangat penting bagi PLN untuk mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa PLN mendapatkan penugasan dari pemerintah dalam rangka penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL berbasis baterai.

"Hal ini juga menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program pemerintah demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik," kata Sripeni. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT