17 October 2019, 03:40 WIB

2021, Jalan Raya Bebas Truk Kelebihan Muatan


(RO/S-5) | Otomotif

Dok Forwot
 Dok Forwot
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (keempat kiri) mengangkat surat registrasi uji tipe pada diskusi yang diselenggarakan Forwot

PEMERINTAH menegaskan pada 2021 sudah tak lagi ditemui truk-truk yang kelebihan dimensi dan muatan (over dimension over load/ODOL) di jalan raya, terutama di jalan tol.

Hal itu tak lepas dari upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang terus bersinergi dengan kepolisian dan para pengelola jalan tol.

Demikian mengemuka dalam diskusi bertemakan Road to zero ODOL trucks on the roads yang diselenggarakan Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) di Jakarta, pekan lalu.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyatakan, bekerja sama dengan kepolisian untuk mempersempit ruang gerak para pengusaha yang tidak taat pada aturan. Pihaknya akan melakukan digitalisasi pembuatan surat registrasi uji tipe (SRUT) agar tidak bisa dipalsukan lagi.

Selama ini, terang Budi, truk yang keluar dari dealer saat dibeli pengusaha masih berbentuk sasis. Sasis kemudian dibangun di perusahaan karoseri rekanan sesuai rancang bangun yang sudah disetujui Kemenhub.

Umumnya, ketika sedang digarap karoseri itulah kenakalan terjadi dan truk dibangun tidak sesuai dengan rancang bangun semula. Pengusaha pun tidak meminta berita acara dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPDT) karena pasti akan ketahuan. SRUT palsu lalu jadi solusi mereka.

"SRUT didaftarkan di SAMSAT (Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap). Permasalahannya, petugas bisa tidak tahu jika itu SRUT palsu," ujarnya.

Untuk mencegah kenakalan itu, pembuatan SRUT selanjutnya bakal diganti menggunakan aplikasi. "Kami sedang bangun sistem saling terintegrasi antara Menhub dan Kepolisian agar nanti tidak perlu dokumen seperti ini sebab kebocoran bisa pula terjadi di SAMSAT," terang dia.

Inisiatif lainnya ialah dalam waktu dekat Kemenhub bakal mengumumkan tarif logistik per kilometer untuk berbagai komoditas serta jembatan timbang online mulai 2020 untuk menghilangkan suap dan pungutan liar.

"Terakhir, kami sedang berkoordinasi dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) untuk mengaplikasikan jembatan online di jalan tol yang bernama weight in motion pada 2020," ucap Budi.

Kasubdit Wal dan PJR Korlantas Polri Kombes Pol Bambang Sentot Widodo mengakui di lapangan masih ada anggota yang masih memakai paradigma lama. Untuk itu, pihaknya terus memperketat pengawasan agar kebocoran atau kenakalan tidak terjadi lagi.

Garansi hilang

Sementara itu, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Jap Ernando Demily menyampaikan pihaknya telah menerapkan sistem yang membuat para konsumen mereka tidak bisa membuat truk Isuzu ODOL, di antaranya ialah sertifikasi perusahaan karoseri rekanan plus sanksi hilangnya garansi.

"Kami menaruh electronic control unit (ECU) pada truk sebagai bentuk pengawasan apakah dalam penggunaan sehari-hari gross vehicle weight (GVW) atau enggak, over load enggak. Saat terjadi klaim garansi, kami cek dulu. Kalau dari ECU menunjukkan penggunaannya tidak sesuai dengan yang direkomendasikan, garansi gugur," papar dia. (RO/S-5)

BERITA TERKAIT