16 October 2019, 22:19 WIB

Sakura Garden City Manfaatkan Geliat Pengembangan Cipayung


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. Sayana Integra Properti
 Dok. Sayana Integra Properti
Maket proyeksi pembangunan Sakura Garden City

ISTILAH sunrise property di kalangan investor properti menggambarkan area yang sedang berkembang dan stabil untuk industri properti, baik dari sisi kenaikan nilai dan permintaan.

Salah satu kawasan sunrise property saat ini ialah kawasan Jakarta Timur yang sedang membangun berbagai infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Diantaranya Tol JOOR, Tol Jagorawi, Lintas Raya Terpadu (LRT), hingga Tol Jakarta-Cikampek II (elevated).

Area yang dinilai titik sunrise property di Jakarta Timur ialah Cipayung. Hal itu karena area itu diapit oleh 2 kota penyangga Jakarta, Depok dan Bekasi. Hal tersebut merupakan potensi tersendiri mengingat saat ini di sana banyak berdiri pabrik dan universitas. 

Selain lokasinya yang strategis, minat untuk membeli properti di Cipayung juga cukup tinggi. Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, pada 2017 ada 4.557 orang yang mencari iklan hunian dijual di Lamudi, kemudian tahun 2018 meningkat tajam menjadi 7.779 orang.

Chief Marketing Officer PT Sayana Integra Properti Edward Sinanta mengatakan, daerah Cipayung dinilai sangat potensial untuk pengembangan properti karena kawasan ini terletak di antara CBD TB Simatupang dan areal industri di Jalan Raya Bogor, Bekasi dan Cikarang.   

Baca juga : Mal masih Stabil hingga Tahun Depan

Edward menambahkan, kawasan Jakarta Timur khususnya Cipayung, kedepannya akan menjadi kantung hunian baru, karena rata-rata harga hunian di sana terhitung masih murah jika dibandingkan dengan kawasan lainnya di Jakarta.

"Lokasi ini sangat cocok untuk dijadikan tempat tinggal untuk pembeli rumah pertama ataupun investor," kata Edward dalam keterangan tertulisnya.

Tingginya potensi bisnis properti di Cipayung pun dimanfaatkan  PT Sayana Integra Properti dengan membangun superblok yang diberi nama Sakura Garden City. 

Sakura Garden City dikembangkan di atas lahan seluas 10 hektar. Proyek ini akan merangkum 12 tower kondominium dengan kapasitas 5.000 unit. Selain itu juga akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, ruko, hotel, gedung perkantoran dan pusat F&B.
 
Saat ini Sakura Garden City menyediakan 5 tipe unit apartemen, mulai dari studio (29,9m2), studio plus (36,5 m2), 1 bedroom (49,4 m2), 2 bedroom (66,4 m2) dan Loft (93,6 m2- SGA 115,7 m2). Unit apartemen di sana dijual mulai dari Rp 500 juta-an. 

PT Sayana Integra Properti sendiri merupakan perusahaan joint venture antara pengembang Jepang dan lokal. Tahap pertama, pengembang akan membangun empat tower apartemen yang berisikan 2.200 unit apartemen dan 90 ruko.

"Pada tahap kedua dibangun mall dan kondominium, tahap ketiga akan hadir hunian mewah untuk menambah daftar pilihan para calon konsumen. Tahap terakhir ditutup dengan kantor dan hotel berbintang. Secara keseluruhan proyek ini ditargetkan akan rampung pada 2025," pungkas Edward. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT