16 October 2019, 22:13 WIB

Aplikasi Layanan Darurat 112 Menuju Smart City di Indonesia


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Peluncuran Mobile Application for Field Responder atau Aplikasi Mobile untuk Petugas OPD di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/10).

NEGARA Amerika Serikat mempunyai nomor telepon tunggal 911 untuk panggilan kedaruratan. Pemerintah Indonesia telah membuat satu nomor tunggal untuk panggilan kedaruratan atau panggilan 112.

Panggilan 112 yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut akan menggabungkan nomor panggilan darurat yang sudah ada sebelumnya, seperti layanan kepolisian 110, ambulans 118, dan pemadam kebakaran 113.

Penyediaan nomor tunggal kedaruratan 112 ini sudah sangat dibutuhkan masyarakat dalam penanggulangan keadaan darurat. Terkait nomor tunggal kedaruratan 112, Group Jasnita, melalui anak perusahaannya yang bernama PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama Mobile Application for Field Responder.

Mobile Application for Field Responder atau Aplikasi Mobile untuk Petugas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang membantu pelayanan aplikasi layanan darurat 112. Dalam peluncuran aplikasi mobile tersebut di Ballroom Semesta Hotel Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/10), turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

“Melalui aplikasi ini, kami mengharapkan dapat membantu mempercepat program pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkominfo, dalam penyelenggaraan pelayanan panggilan darurat 112,“ Wakil Direktur Utama PT Jasnita Telekomindo Tbk, Welly Kosasih.

“Juga dapat membantu pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten dalam menyediakan layanan darurat 112 yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di kota atau kabupaten tersebut serta mendukung terwujudnya smart city di kota-kota tersebut,” ujarnya.

“Selain itu, aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah dalam pengoperasian layanan panggilan darurat 112 baik bagi petugas call taker, dspatcher atau field responder,” jelas Welly.

Welly menuturkan bahwa aplikasi tersebut  juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses panggilan darurat 112 untuk menangani situasi tanggap darurat seperti kebakaran, kecelakaan, tindak kriminal, dan gangguan-gangguan lain yang sering terjadi di masyarakat dengan cukup menekan panic button yang ada dalam smartphone.

Masyarakat yang ingin mengetahui Informasi atas penggunaan aplikasi 112 dapat dilihat di jasnita.co.id/112/index.php.

Adapun adanya aplikasi tersebut, menurut Welly, merupakan langkah awal menuju smart city Indonesia guna turut mengimplementasikan sejumlah strategi dalam era revolusi  industri 4.0 yang mengedepankan lebih banyak teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan robotik.

“Konsep smart city dibangun berdasarkan enam indikator dengan berlandaskan cyber security, yaitu smart connectivity, smart governance, smart services, smart automation, smart health, dan smart mobility,” jelas Welly .

“Dengan mengoptimalkan keenam indikator tersebut dan connectivity yang semakin berkembang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup di masa depan, agar sejalan dengan pertumbuhan populasi di kota-kota besar di Asia yang diproyeksikan bertambah dua kali lipat hingga tahun 2030,” paparnya.  (OL-09)

BERITA TERKAIT