16 October 2019, 23:20 WIB

Nilai Demokrasi di Kebijakan RI


MI | Internasional

ANTARA
 ANTARA
Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda

MANTAN Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menyatakan prinsip bebas dan aktif serta nilai-nilai demokrasi dapat diproyeksikan melalui kebijakan luar negeri Indonesia.

Hal itu disampaikan pada ceramahnya di Universitas Moscow State Institute for International Relations of the Ministry of Foreign Affairs of the Russian Federation (MGIMO) di Moskow, Selasa (15/10). Ceramah bertajuk Indonesia's Foreign Policy in the 21st Century and the Prospects of Indonesia-Russia Relations itu disampaikan di hadapan mahasiswa, akademisi, dan kalangan diplomatik pada kegiatan ASEAN Academic Days yang diselenggarakan ASEAN Center Universitas MGIMO. Hadir pula mantan Dubes Rusia untuk Indonesia, Vladimir Plotnikov.

Hassan juga mengangkat peran Indonesia dalam pembentukan komunitas ASEAN Community, East Asia Summit, Interfaith, dan Intercultural Dialogue pascaserangan teroris di New York dan Washington pada 11 September 2001 serta proses pemulihan dan rehabilitasi pascatsunami Aceh.

"Saya optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik akan memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk berperan lebih besar di kawasan. Menurut proyeksi para ekonom, Indonesia pada 2025 akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia dan akan naik ke peringkat ke-4 terbesar pada 2050," ungkap Hassan.

Terkait dengan hubungan Indonesia-Rusia, Hassan dan Direktur ASEAN Center MGIMO, Victor Sumsky, serta pakar masalah Indonesia, Alexey Drugov, sepakat bahwa pencapaian kerja sama kedua negara masih jauh dari potensi yang dimiliki. Untuk itu, diperlukan diversifikasi dari koneksi kerja sama antarkedua negara serta rencana tindakan berjangka waktu 5 tahun dengan target-target spesifik sebagai kelanjutan konkret dari perjanjian kerja sama yang telah disepakati.

Perhelatan ASEAN Academic Days dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran para professional muda, mahasiswa serta institusi pendidikan, dan lembaga riset Rusia tentang perkembangan dalam berbagai bidang di kawasan Asia Tenggara dan kemitraannya dengan Rusia. Selain Wirajuda, MGIMO juga mengundang akademisi-akademisi terkemuka dari kawasan ASEAN untuk menjadi pembicara. (Panca Syurkani/X-11)

BERITA TERKAIT