16 October 2019, 17:45 WIB

Penting Perempuan Miliki Literasi Keuangan dan Investasi


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Ilustrasi
 Ilustrasi
Penting Perempuan Miliki Literasi Keuangan dan Investasi

PEREMPUAN, khususnya ibu-ibu, memegang peranan penting dalam keluarga dan lingkungan. Karenanya, penting juga bagi kaum ibu untuk memiliki literasi keuangan dan investasi yang memadai.

Hal ini ditangkap dengan jeli oleh Presiden Komisaris Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa, yang mengimbau jajaran di bawahnya untuk mengajak ibu-ibu agar melek investasi. Adi Wibawa mengatakan, Narada mulai melakukan sejumlah kegiatan yang mengajak kaum ibu untuk lebih memahami mengenai dunia investasi, khususnya di pasar keuangan.

Dengan diluncurkannya Milenesia Cash Fund, yaitu produk reksadana pasar uang yang merupakan salah satu instrumen dari Narada Aset Manejemen, diharapkan partisipasi dari kelompok perempuan bisa meningkat.

Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelumnya antara lain mengadakan literasi keuangan bekerja sama dengan kelompok PKK di Jakarta Selatan. Selain itu, pihaknya juga menggelar acara Tomorrow Today Fun(d) Festival yang membidik kaum milenial, serta berbagai kegiatan di berbagai daerah lainnya.

Adi Wibawa mengatakan, investasi harus terus dikumandangkan ke masyarakat oleh aset manajemen bersama-sama sehingga makin banyak yang berinvestasi.

Saat ini, kata dia, Narada gencar berkampanye di media sosial lewat tagar #InvestasiBukanPunyaOrangKayaSaja #InvestasiPunyaKitaSemua.

Melalui kampanye ini, Narada ingin merubah persepsi yang mengatakan investasi reksadana hanya milik kaum berduit, padahal saat ini investasi reksadana sudah bisa dimiliki hanya bermodalkan uang Rp10 ribu saja.

Adi Wibawa optimistis dengan dimulai hanya Rp10 ribu saja, maka akan semakin banyak orang tertarik untuk berinvestasi di reksadana.

 

Baca juga:  Smartfarming Kini Sentuh Pasaman Barat

 

Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah gencar menggandeng pelaku usaha jasa keuangan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan dan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Literasi dan inklusi ini mencakup pentingnya menabung dan berinvestasi, pengenalan berbagai produk dan instrumen keuangan, juga mengenal risiko dan imbal hasil produk keuangan, hingga literasi hak-hak konsumen.

Menurut OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat secara makro dan dalam jangka panjang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.

Menurut survei nasional OJK pada 2016, tingkat literasi dan inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5% dan 66,2%, lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka 33,2% dan 69,6%.

Sebelumnya, pada saat hadir di acara Ibu Cerdas Keuangan yang digagas Narada bekerja sama dengan PKK, Deputi Direktur Edukasi OJK, Tirta Segara, mengatakan bahwa literasi dan inklusi keuangan di kalangan perempuan harus terus ditingkatkan karena perempuan memiliki peran penting (critical economic players) sebagai pihak yang menentukan prioritas dan mengelola keuangan keluarga. 

Kegiatan edukasi keuangan ini diharapkan dapat terus dilakukan kepada masyarakat karena sejalan dengan tugas OJK dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat luas. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT