16 October 2019, 19:20 WIB

Densus 88 Tangkap Total 36 Terduga Teroris di Sejumlah Wilayah


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
 MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal

KEPALA Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan Detasemen Khusus 88 Antiteror terus bergerak melakukan preemptive strike dan penangkapan terduga teroris di sejumlah wilayah.

Pascainsiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, total sebanyak 36 terduga teroris ditangkap.

"Totalnya ada 36 orang, dengan segala strategi dan masif kita dapat menangkap dan menghentikan aksi kelompok ini. Semua hampir 90% mereka berbaiat secara online," kata Iqbal di Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Iqbal menyebut kelompok ini menjadi fenomena baru dalam aksi terorisme di Indonesia lantaran berinteraksi via media sosial, seperti platform yang marak digunakan WhatsApp dan Telegram

"Mereka komunikasi di sana (aplikasi chat), interaksinya mereka diskusi tentang ideologi mereka yang berbeda dengan ideologi lain," sebutnya.


Baca juga: Banyak ASN Berideologi Menyimpang, Pancasila jadi Terancam


Iqbal memastikan kelompok itu berafiliasi kepada negara Islam yang berbasis di Irak dan Suriah (ISIS) pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi. Bahkan, mereka diduga belajar merakit bom dan berdiskusi secara online.

"Otomatis (mereka) borderless atau tanpa batas. Karena itu mereka berpencar dan jumlahnya tidak sedikit. Para terduga teroris itu berbaiat kepada ISIS secara online, itu juga jadi fenomena baru," terangnya.

Iqbal menambahkan, total 36 terduga teroris yang ditangkap itu tidak lengkap beserta barang bukti. Namun, pihaknya akan mengekspose jaringan ini setelah penyelidikan rampung.

"Barang bukti (seperti) bahan peledak sudah disita. Tapi belum di-publish karena (dikhawatirkan) mengganggu upaya (penangkapan) berikutnya," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT