15 October 2019, 12:55 WIB

Ikatan Apoteker Gandeng Merck Tingkatkan Kapasitas Anggotanya


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

MI/Rifaldi Putra Irianto
 MI/Rifaldi Putra Irianto
Penandatanganan kesepakatan antara PT Merck Tbk dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

GUNA meningkatkan kapasitas pada tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam memberi pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi PT Merck Tbk. 

Kerja sama tersebut direalisasikan dengan melakukan penandatanganan kesepakatan antara PT Merck Tbk dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin mengatakan sebagai mitra bagi tenaga kesehatan penandatanganan dilakukan guna memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas apoteker.

" Merck sebagai mitra bagi tenaga kesehatan, menemukan adanya kebutuhan peningkatan kapasitas apoteker. Hal ini sangat penting karena peran mereka sebagai lini terdepan yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat luas," kata Evie dalam acara penandatanganan kerjasama Merck dengan IAI, Jakarta, Selasa (15/10).

Ia pun mengapresiasi IAI yang menyambut baik upaya kerja sama tersebut. Program tersebut akan menjangkau hingga 1.650 apoteker selama kurun waktu satu tahun.

Merck akan memberikan dukungan dalam melakukan peningkatan kapasitas apoteker berupa program pendidikan berkelanjutan.

"Kami sangat mengapresiasi IAI yang telah menyambut baik upaya kerjasama dalam program pengembangan pendidikan berkelanjutan atau continuous professional development (CPD) untuk para apoteker," ujar Evie.

"Dukungan yang diberikan merck dalam kerjasama ini berupa referensi materi untuk pembuatan modul pelatihan terakreditasi oleh IAI, dan dukungan logistik pelaksanaan program kepada 1.650 apoteker," jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum IAI, Nurul Falah Eddy Pariangan mengatakan kerja sama ini sangat membanggakan untuk pihaknya karena dapat meningkatkan kapasitas apoteker, sehingga dapat berdampak pada peningkatan kesehatan bangsa.

"Pada dasarnya, tenaga kesehatan di Indonesia memiliki empat isu utama, yaitu jumlah tenaga kesehatan yang masih kurang, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, kualifikasi pendidikan dibawah mencukupi dan mutu atau kualitas yang belum memadai," ucapnya.

" Apoteker memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pasien melalui pelayanan kefarmasian. Salah satunya adalah memberikan konseling kepada pasien dan masyarakat terkait penggunaan obat yang benar," jelas Nurul.

"Saat ini tantangan yang dihadapi oleh apoteker sangat banyak, salah satunya perkembangan dunia kesehatan yang sangat cepat. Dengan demikian, peningkatan kompetensi diri harus dilakukan secara terus menerus sehingga mampu memberikan kualitas layanan kefarmasian yang up to date, " imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi Merck yang mau mendukung peningkatan kapasitas apoteker, ia pun berharap program ini akan terus berlanjut dan dapat menjadi standar baru di bidang layanan farmasi Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Merck untuk mendukung peningkatan kapasitas apoteker Indonesia, IAI akan secara konsisten memonitor perkembangan para anggotanya. Harapannya program ini dapat terus berlanjut dan dapat menjadi standar baru dibidang farmasi Indonesia, pungkasnya. (Rif/OL-09)

BERITA TERKAIT