16 October 2019, 14:45 WIB

Putin Undang Erdogan Diskusikan Suriah


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/Adem ALTAN
 AFP/Adem ALTAN
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu pada bulan lalu.

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membahas perlunya mencegah bentrokan senjata antara Turki dan rezim Suriah. Hal tersebut disampaikan Kantor Kepresidenan Rusia dalam sebuah pernyataan, Selasa (15/10) malam.

Berdasarkan pernyataan Kremlin, dalam percakapan teleponnya dengan Erdogan, Putin mengundang pemimpin Turki tersebut untuk melakukan kunjungan kerja ke Rusia dalam beberapa hari mendatang.

Pada kesempatan tersebut, keduanya juga membahas kontribusi Operasi Peace Spring bagi integritas wilayah Suriah dan proses solusi politik.

Sementara itu, pada hari yang sama, Rusia mengatakan pasukannya sekarang berpatroli di daerah yang memisahkan antara pasukan pemerintah Suriah dan Turki. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan militer Rusia telah berkoordinasi dengan pihak Turki.

Baca juga: Trump Kirim Pompeo dan Pence ke Turki

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan polisi militer Rusia berpatroli di sepanjang tepi barat laut Kota Manbij dan desa sekitarnya yang telah dikuasai unit-unit tentara Suriah.

Militer Rusia juga berpatroli di sepanjang jalur kontak antara Republik Arab Suriah dan Turki.

Perwakilan khusus Kremlin untuk Suriah Alexander Lavrentyev mengatakan Rusia tidak akan membiarkan bentrokan terjadi antara pemerintah Suriah dan Turki di sekitar Manbij.

"Pertama-tama, saya pikir tidak ada yang menginginkan bentrokan semacam ini terjadi, ini sepenuhnya tidak dapat diterima. Jadi, tentu saja, kami tidak akan membiarkan hal itu," ujar Lavrentyev dalam konferensi pers di Abu Dhabi, Selasa (15/10).

Pada kesempatan tersebut, Lavrentyev juga mengonfirmasi Rusia menengahi kesepakatan yang dibuat antara Pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi untuk menghentikan serangan Turki. Ia menyebut negosiasi berlangsung di pangkalan udara Hmeimim Rusia di Suriah.

Turki melancarkan serangan yang disebut “Operation Peace Spring” pada Rabu (9/10) malam, yang menargetkan para teroris yang berafiliasi dengan Islamic State (IS) dan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang merupakan cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah.

PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, telah melakukan perlawanan terhadap Ankara selama lebih dari 30 tahun.

Kampanye teror tersebut mengakibatkan hampir 40.000 orang tewas, termasuk perempuan, anak-anak, hingga bayi.(dailysabah/abc/OL-2)

BERITA TERKAIT