16 October 2019, 14:00 WIB

Pelatih Bulgaria Mengaku tidak Dengar Yel Rasis, Henderson Marah


Gregorius Gelino | Sepak Bola

AFP/NIKOLAY DOYCHINOV
 AFP/NIKOLAY DOYCHINOV
Jordan Henderson (tengah) merayakan gol Inggris ke gawang Bulgaria

WAKIL kapten Timnas Inggris Jordan Henderson mengaku kecewa dengan pernyataan pelatih Bulgaria Krasimir Balakov. Balakov mengaku tidak mendengar adanya nyanyian bernada rasialisme ketika timnya menjamu Inggris pada laga lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020, Selasa (15/10) dini hari WIB.

Menurut kapten Liverpool itu, Balakov tahu betul apa yang terjadi. Karenanya, Henderson mengaku marah dengan Balakov yang bersikap seolah tidak mengetahui apa yang terjadi.

"Saya berbicara dengan manajer (Bulgaria). Itu tidak bisa diterima. Sesuatu harus dilakukan. Ia harus meminta maaf atas nama timnya dan fans. Ia tahu betul apa yang terjadi," kecam Henderson.

Baca juga: UEFA Selidiki Aksi Rasisme Pendukung Bulgaria

"Dia menanyakan kepada saya apa masalahnya dan saya katakan padanya bahwa ia tahu apa yang terjadi, ia tahu apa masalahnya. Itu mengganggu karena ia tidak mengakuinya. Semoga setelah ini ia akan mengutarakan permintaan maaf karena siapa pun yang menyaksikan pertandingan itu harusnya merasa jijik," jelasnya.

Meski mengaku marah dengan sikap pendukung Bulgaria, Henderson bangga dengan performa Inggris. Gelandang 29 tahun itu menilai the Three Lions menunjukkan fokus luar biasa untuk tetap tenang dan menang 6-0 atas Bulgaria.

"Saya marah. Mereka adalah rekan-rekan setim saya. Mereka adalah teman-teman saya yang saya kenal lama dan berbagi ruang ganti dengan mereka. Ini sangat mengejutkan. Tapi pertandingan tetap berlanjut dan Anda harus fokus dengan sepak bola. Saya pikir kami melakukan pekerjaan brilian," pungkasnya. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT