16 October 2019, 11:15 WIB

Pemkab Flotim Siapkan Anggaran Rp500 Juta Untuk Pilkades


Ferdinandus Rabu | Nusantara

Antara
 Antara
Pemilihan Kepala Desa serentak berlangsung di sejumlah daerah. Seperti di Flores Timur, ada 77 desa menyelenggarakan Pilkades. 

MENGHADAPI pemilihan kepala desa serentak (Pilkades) yang akan digelar 21 Oktober 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengalokasikan anggaran Rp500 juta lebih dari dana APBD untuk membantu kelancaran proses pilkades nanti. Ada 77 desa dari 18 kecamatan akan menggelar Pilkades nanti.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Flores Timur, Rufus Koda Taluma, saat dikonfirmasi Rabu (16/10), memastikan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran pilkades. Dukungan itu berupa menyiapkan alokasi anggaran yang nantinya akan dikucurkan ke setiap desa yang akan menggelar pemilihan. Jumah dana yang dibagikan ke setiap desa akan berbeda, tergantung jumlah pemilihnnya masing-masing.

"Pemerintah daerah tentunya akan mendukung kelancaran pilkades dengan mengalokasiikan anggaran dana pemilihan kepala desa untuk tahun 2019, bersumber dari APBD dengan total Rp519.546.500 yang dibagikan ke 77 desa yang akan menggekar pilkades. Dana ini untuk membantu kelancaran pilkades seperti kotak suara, alat tulis dan kelengkapan (ATK), honor panitia, biaya konsumsi dan rapat, untuk perjalanan dinas dan surat suara," kata Rufus, Rabu (16/10).

Menurut Rufus, besaran dana yang dikucurkan ke setiap desa tentunya akan berbeda di setiap desa. Tergantung jumlah pemilih yang akan berdampak pada biaya surat suara.

baca juga: Belasan Pengungsi Dari Wamena Tiba di Poso

"Rata-rata kisaran biaya yang akan diterima di setiap desa peserta pilkades sebesar Rp6,5 juta hingga Rp7,3 juta, tergantung jumlah pemilih di setiap desa. Data yang ada saat ini, jumlah pemilih yang paling besar yaitu di Desa Sagu dengan jumlah pemilih lebih dari 1700 pemilih. Sehingga dana yang diterima desa tersebut sekitar Rp7,3 juta lebih, dan disusul beberapa desa dengan pemilihnya di atas seribu orang, seperti Desa Helan Lamawuyo, Desa Ratulodong, Desa Wailolong, dan Desa Tiwatobi," ujar Rufus.

Untuk kawasan rawan konflik, Rufus mengklaim sejauh ini tidak ada gejolak yang berarti. Kondisi keamanan relatif aman. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT