16 October 2019, 13:00 WIB

Anies Sengaja Kurangi Lajur Jalan Agar Warga Naik Angkutan Umum


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Kemacetan arus lalu lintas di dekat proyek revitalisasi trotoar di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan semakin masif membangun trotoar. Tidak hanya memperbaiki trotoar tetapi trotoar yang ada juga diperlebar dengan mengambil lajur jalan kendaraan bermotor.

Metode itu menggunakan sistem konsistensi jalur. Ia menyebut sengaja memperlebar trotoar dan mengurangi lajur kendaraan bermotor karena ingin mendorong warga menggunakan angkutan umum.

"Ya. Memang kita sengaja. Kita ingin warga menggunakan angkutan umum. Pribadi tidak dilarang. Tapi pasti akan kena macet. Kalau mau nyaman dan cepat, naik angkutan umum," ungkapnya di Balai Kota, Selasa (15/10).

Metode konsistensi jalur ini dengan mengambil mayoritas lajur jalan yang tersedia dalam suatu jalan. Ia menyebut konsistensi lajur jalan di Jakarta masih banyak yang kurang.

Baca juga: Anies: Pembangunan Jakarta Baru Capai 40%

Dalam satu jalan yang sama masih ada jalan yang memiliki jumlah lajur yang berbeda di beberapa titik. Hal inilah yang menyebabkan kemacetan kerap terjadi.

"Jadi jalan ada yang dua lajur, lalu tiga lajur, lalu dua lajur lagi. Ini jadi bottle neck yang membuat macet. Atau di lajur ketiga dijadikan tempat parkir. Ini yang mau kita kurangi. Kita konsistenkan lajurnya dengan ambil mayoritasnya," kata Anies.

Ia pun menyebut dalam pembangunan trotoar memang kerap akan terjadi kemacetan. Namun, hal itu tidak bisa dihindari demi perbaikan infrastruktur. Oleh karenanya, ia berharap masyarakat maklum dengan hal itu.

Sementara itu, dalam dua tahun nasa jabatannya, Anies menyebut telah membangun 134 km trotoar atau 44,4% dari target 300 km di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Tahun depan ditargetkan ada 47 km lagi trotoar yang bisa selesai dibangun. (OL-2)

BERITA TERKAIT