16 October 2019, 11:00 WIB

Dinkes DKI Imbau Masyarakat Hati-hati Konsumsi Kerang Hijau


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA/Rivan Awal Lingga
 ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pekerja mengupas kerang hijau di Muara Angke, Jakarta

DINAS Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat berhati-hati mengonsumi kerang hijau.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Wodyastuti mengatakan sebagian besar kerang hijau di Teluk Jakarta memang terbukti mengandung logam berat seperti timbal.

"Memang timbal itu dalam batas yang dilewati dapat menimbulkan suatu penyakit. Utamanya adalah penyakit tidak menular," kata Widyastuti di Balai Kota, Selasa (15/10).

Namun, ia mengungkapkan tidak berarti semua kerang hijau dilarang dikonsumsi. Masyarakat hanya harus berhati-hati memilih asal kerang yang hendak dikonsumsi.

Baca juga: Jadi Jualan Saat Kampanye, Ini Nasib OK OCE di Tangan Anies

"Karena tidak semua itu mengandung logam berat dalam kadar yang tinggi. Ada juga yang masih aman," tukasnya.

Sementara itu, sebelumnya melalui penelitian, kerang hijau di Teluk Jakarta diketahui memiliki kadar logam berat yang cukup tinggi.

Dari hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), beberapa tahun lalu, menunjukkan air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton.

Pada kerang hijau yang hidup di Teluk Jakarta ditemukan logam berat seperti merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr) dan timah (Sn).

Kerang Hijau (Perna Viridis) merupakan filter feeder atau filter alami dari perairan laut yang dapat memperbaiki kualitas air. (OL-2)

BERITA TERKAIT