16 October 2019, 07:10 WIB

Pelantikan Dijamin Aman dan Lancar


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) bersama Ketua DPR Puan Maharani, Kepala BIN Budi Gunawan (kiri), Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan)

SESUAI dengan yang telah ditetapkan, pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 dijadwalkan berlangsung di Gedung DPR/MPR pada 20 Oktober 2019 pukul 14.30 WIB. Negara pun memastikan prosesi pelantikan tersebut bakal berjalan aman dan lancar.

Berdasarkan rapat koordinasi gabungan MPR dengan Panglima TNI dan Kapolri, situasi keamanan jelang proses pelantikan presiden dan wapres dipastikan tetap kondusif. Prosedur keamanan dilakukan secara ketat, dari titik keberangkatan presiden dan wapres terpilih ke DPR hingga Istana.

"Diantisipasi dengan kekuatan penuh, dengan alat dan kelengkapan yang ada yang sudah disiapkan TNI dan Polri," tegas Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet di Senayan, Jakarta, kemarin.

Selain pengamanan untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin, MPR juga memastikan keamanan bagi tamu-tamu kenegaraan yang hadir memenuhi undangan pelantikan. Pihak keamanan juga akan disiagakan untuk memberi pengawalan kepada anggota DPR yang juga ikut menghadiri prosesi pelantikan.

"Pesan kami dari Senayan bersama Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa pelantikan presiden harus berlangsung khidmat," ujar Bamsoet.

Jumlah undangan khusus yang dipastikan hadir dalam pelantikan Jokowi-Amin antara lain 2 kepala negara, 4 kepala pemerintahan, 9 utusan khusus, dan 157 dubes.

Terkait dengan pelarangan kegiatan unjuk rasa saat proses pelantikan berlangsung, Bamsoet menuturkan hal itu atas dasar keamanan dan kelancaran acara tersebut.

 

 

 

Sumber: ANTARA

 

Pengamanan ekstra

Ketua DPR Puan Maharani juga mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar bisa turut menyukseskan pelaksanaan pelantikan presiden dan wapres sebagai agenda lima tahunan yang konstitusional.

Puan berharap acara pelantikan presiden dan wapres berlangsung sakral dan khidmat.

"Ini peristiwa lima tahunan yang akan menjadi sangat krusial bagi bangsa Indonesia," tuturnya.

Puan menambahkan, kelancaran prosesi pelantikan presiden selaku kepala negara harus terjamin agar tidak terjadi kekosongan kepala pemerintahan setelah 20 Oktober 2019. Karena itu, MPR dan DPR memiliki alasan cukup kuat untuk memberlakukan pengamanan ekstra pada 20 Oktober.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal memastikan tidak ada ancaman teror pada 20 Oktober mendatang. Iqbal menyebut rencana aksi bom bunuh diri yang baru terungkap di Yogyakarta tidak berkaitan dengan acara pelantikan presiden. "Tidak ada kaitan dengan pelantik-an presiden. Kegiatan pelantikan presiden dipastikan berlangsung aman," jelasnya.

Untuk pengamanan pelantikan setidaknya 31 ribu personel disiapkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan jumlah itu merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI.

Nantinya, lanjut Argo, para personel itu akan disebar ke tiga ring.

"Ring pertama di lokasi Gedung DPR, tempat dilaksanakan pelantik-an. Itu kewenangan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) yang ada di sana. Ring kedua di kawasan Gedung DPR/MPR. Ring ketiga di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR," jelasnya. (Tri/X-6)

 

Upaya Teror... | Hlm 2                                         

BERITA TERKAIT