16 October 2019, 08:30 WIB

Pencarian Korban Topan Hagibis Dilakukan Nonstop


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/STR/JIJI PRESS
 AFP/STR/JIJI PRESS
Seorang warga melihat rangkaian rumah yang rusak setelah Badai Hagibis menghantam Jepang.

TIM penyelamat di Jepang bekerja selama 24 jam, Selasa (15/10), dalam upaya mencari penyintas dari topan dahyat yang menghantam negara itu dan telah menewaskan lebih dari 70 orang.

Topan Hagibis menghantam Jepang pada Sabtu (12/10) membawa angin kencang dan hujan lebat yang menyebabkan tanah lonsor serta air sungai meluap.

Pada Selasa (15/10) malam, kantor berita Jepang NHK menyebut korban tewas berjumlah 74 orang dengan puluhan lainnya masih hilang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan operasi penyelamat akan terus dilakukan dengan melibatkan 110 ribu polisi, penjaga pantai, pemadam kebakaran, dan personel militer.

Baca juga: Hujan Hambat Upaya Pencarian Korban Topan Hagibis

"Upaya penyelamatan dan pencarian korban hilang akan dilanjutkan secara nontsop," tegas Abe.

Abe menambahkan lebih dari 3 ribu orang telah diselamatkan pascabencana yang memengaruhi 36 dari 47 prefektur yang ada di Jepang.

Kementerian Pertahanan Jepang telah memanggil ribuan pasukan cadangan untuk membantu upaya penyelamatan. Ini merupakan kali pertama pasukan cadangan Jepang diturunkan sejak bencana gempa dan tsunami pada 2011. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT