16 October 2019, 07:20 WIB

Ditarik Badan POM, ini Obat Pengganti Obat Lambung Ranitidin


(Ind/H-2) | Humaniora

Dok.MI
 Dok.MI
PENJELASAN BPOM TERKAIT PENARIKAN PRODUK RANITIDIN: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito (tengah)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menghentikan sementara distribusi dan peredaran 67 merek obat yang mengandung Ranitidin karena tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang bersifat karsinogenik. Selama masa penarikan sementara, dilakukan pengujian laboratorium meneliti cemaran NDMA terhadap Ranitidin.

Ranitidin berfungsi untuk menghambat atau mengurangi produksi asam lambung. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UI Prof Ari Fahrial Syam, obat itu banyak diresepkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dikover BPJS Kesehatan. "Dokter sudah jarang menggunakan Ranitidin," kata konsultan penyakit dalam subspesialis penyakit lambung dan pencernaan itu, pekan lalu.

Ia meminta masyarakat tidak cemas atas penarikan obat itu. Beberapa varian obat lain bisa digunakan sebagai pengganti Ranitidin, seperti Omeprazole, Pantoprazole, dan Lansoprazole. Menurut Ari, ketiga obat ini lebih efektif menghambat produksi asam lambung daripada Ranitidin maupun obat mag sederhana seperti antasida yang bisa dibeli secara bebas. "Tapi bagi masyarakat yang sudah menggunakan Ranitidin dalam waktu lama, harus bertemu dokter untuk dapatkan obat penggantinya," imbuhnya.

Asam lambung atau GERD, tambahnya, bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti makan teratur, menghindari makanan asam dan pedas, tidak merokok, mengurangi konsumsi kopi dan soda, serta mengendalikan stres. (Ind/H-2)

BERITA TERKAIT