15 October 2019, 23:16 WIB

Maruf Amin; Saya Masih Agak Kaget Seperti Apa Pelantikan itu


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Wakil Prsiden terpilih Ma'ruf Amin saat menerima kunjungan pimpinan MPR di kediamannya

WAKIL Presiden terpilih, Maruf Amin mengaku masih mempersiapkan diri menghadapi pelantikan yang akan digelar Minggu, (20/10) pukul 14:30 WIB, di kompleks Parlemen, Jakarta.

Pasalnya jabatan yang akan ia emban sangat tinggi yakni mendampingi Presiden Jokowi selama lima tahun ke depan.

"Saya ini kan belum pernah jadi Wakil Presiden jadi hari-hari ini tentu saya agak kaget-kaget juga seperti apa nanti pelantikan itu," katanya usai menerima kunjungan Pimpinan MPR yang menyampaikan undangan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, di kediaman Maruf Amin, Jakarta, Selasa (15/10).

Ia juga mengatakan belum memutuskan kostum apa yang akan dikenakan nanti. Pilihannya ada 2, menggunakan pakaian biasa yakni mengenai kemeja berbalut jas dan dilengkapi sarung atau berpakaian seperti pejabat negara umumnya yaitu memakai jas, dasi, kemeja dan celana.

"Soal kostum masih rahasia. Tunggu tanggal mainnya saja," jelasnya.

Baca juga : Dukung Pelantikan Jokowi-Amin, ASJB Siapkan Tarian Yospan

Ma'ruf berharap selama prosesi pelantikan tidak ada hambatan. ia juga berharap pertemuan atau komunikasi politik yang berlangsung antara Pimpinan MPR dengan seluruh tokoh bangsa bisa menjadi awal yang baik dalam upaya menyatukan kembali seluruh lapisan masyarakat.

"Kita harapkan dan ini kita bisa menunjukkan bahwa bangsa ini bangsa yang telah dewasa dan punya cara berpikir ke depan yang jauh walaupun ada perbedaan, ada ketidaksamaan dalam berbagai hal tapi pada momen tertentu bisa menjaga keadaan dan demi kepentingan seluruh bangsa," pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan Presiden dan Wakil Presiden lima tahun ke depan merupakan komposisi yang sangat baik.

Kolaborasi Joko Widodo yang berasal dari tokoh nasionalis bersanding dengan Maruf Amin dari kalangan agamais dan ekonom merupakan pemimpin bangsa yang lengkap.

"Kita berharap keduanya membawa kesejukan bagi perjalanan sejarah Indonesia dalam lima tahun ke depan. Kemudian pak kiai bisa membantu Pak Jokowi menggantikan Pak Jusuf Kalla dan bisa langsung bekerja cepat membangun perekonomian Indonesia dengan keahlian beliau dalam ekonomi syariah dan kerakyatan," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT