15 October 2019, 21:41 WIB

Darmizal dan AHY Berpeluang Jabat Menteri


Selamat Saragih | Politik dan Hukum

Antara/Aprillio Akbar
 Antara/Aprillio Akbar
Pasangan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres terpilih KH Ma'ruf Amin.

PENGAMAT politik dan hukum dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Saiful Anam, menilai, Presiden Joko Widodo hingga saat ini belum final dalam menentukan susunan menteri periode 2019-2024.

Saiful Anam memprediksi, upaya mengutak-atik posisi kursi menteri masih akan terus terjadi hingga Sabtu (10/10) mendatang. Sebab, lanjutnya, ada kemungkinan besar partai yang tadinya tidak 'berdarah-darah' ikut memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 akan bergabung ke dalam koalisi pemerintah Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Saya kira, minggu ini adalah minggu paling menegangkan dunia politik. Siapa yang akan menjadi pembantu Jokowi akan diumumkan akhir pekan ini," kata Saiful Anam, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/10).

Saiful Anam menegaskan, safari politik yang dilakukan Ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu presiden dan mendatangi Ketua umum partai koalisi Jokowi merupakan tanda-tanda jika kubunya akan masuk lingkaran pemerintah. 

"Jika Gerindra masuk koalisi saya kira hanya akan dapat dua hingga tiga kursi menteri," tuturnya.

Untuk partai Demokrat, jika bergabung dalam koalisi, menurut Saiful Anam dirinya memprediksi hanya akan mendapat jatah satu kursi menteri. 

"Satu orang ini bisa Ketua umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal atau Agus Harimurti Yudhoyono ((AHY). Saya melihat kans Pak Darmizal kuat juga jadi menteri," kata Saiful Anam.

"Karena, dia adalah salah satu pendiri partai Demokrat dan pada Minggu 6 Mei 2018 lalu Darmizal berani mengambil keputusan untuk mendukung Jokowi dengan mendirikan ReJO sementara saat itu SBY masih gamang menentukan pilihan dalam Pilpres," jelasnya. 

Menurut Saiful Anam, Darmizal sosok pendiam, tidak pernah meminta karena dia karakter pekerja seperti Jokowi. "Latar belakang nasib dari kecil sampai Universitas Gadjah Mada (UGM), hampir sama juga dengan Jokowi," urainya.

"Darmizal dengan RèJO bekerja keras, berjuang cerdas tiada letih melapangkan jalan bagi Jokowi, jadi sangat layak diberi kepercayaan ketimbang yang banyak lobby bahkan tanpa keringat".

Saiful Anam mengingatkan Jokowi agar tidak memasukkan menteri dari partai yang berseberangan saat Pilpres terlalu banyak. Karena, tidak menutup kemungkinan mereka akan jadi batu sandungan Jokowi sendiri.

"Jangan sampai mereka malah jadi duri dalam dalam daging jadi akan merepotkan presiden sendiri. Karena, kekuatan politik partai koalisi di parlemen sudah 63 persen. Itu sudah bagus kok," kata Saiful Anam.

"Selain itu, Jokowi harus mesti hati-hati, karena bisa jadi hari ini kawan koalisi, 2024 justru jadi lawan berat PDIP," tandasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT