16 October 2019, 03:00 WIB

Sambut Penghujan, Sungai Dinormalisasi


MI | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Normalisasi Sungai

KEMARAU dimanfaatkan sejumlah daerah dengan membenahi wilayahnya sebagai antisipasi menghadapi musim hujan. Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pemerintah kabupaten melakukan normalisasi tiga sungai yang kerap jadi penyebab banjir.

Di Kali Patrian, Kali Anjuk, dan Avoor Gunggung itu, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air menggulirkan dana total Rp8,5 miliar. "Bentuk kegiatannya, selain pengerukan, juga pelebaran badan sungai," kata sang kepala dinas, Chainur Rasyid, kemarin.

Pekerjaan normalisasi itu tengah dilakukan. Ditargetkan akhir bulan ini pengerjaan tersebut sudah selesai. Setiap musim hujan, ketiga sungai itu selalu meluap dan menyebabkan banjir di tiga kelurahan dan delapan desa.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, musim penghujan dikhawatirkan menimbulkan bencana tanah longsor atau pergerakan tanah. Untuk mencegah jatuhnya korban dan kerugian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan personel, relawan, dan peralatan.

"Intensitas hujan di Sukabumi mulai tinggi dan sudah ada laporan pergerakan tanah. Kami menyiapkan personel, relawan, dan peralatan untuk menghadapi banjir dan tanah longsor," jelas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Eka Widiaman.

Kemarin, pergerakan tanah sudah terjadi di Kampung Cipurut dan Sinagar, Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal. Retakan sepanjang 100 meter merusak irigasi dan bahu jalan.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, Teguh Wardoyo, memperingatkan bahwa dalam masa pancaroba, peralihan dari kemarau ke penghujan, bakal ditandai dengan hujan singkat disertai angin kencang. "Karena itu, masyarakat harus waspada."

Dia berharap pepohonan yang dekat dengan rumah agar dirampingkan sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, tidak berdampak parah pada rumah.

Banjir besar yang pernah melanda Bangka Belitung juga menjadi pelajaran pada musim penghujan tahun ini.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai Fadillah Sobri mengatakan potensi banjir bisa kembali terjadi di Pangkalpinang, Bangka Barat, dan Belitung Timur.

"Banjir terjadi akibat hujan lebat, naiknya air laut dan adanya sedimentasi akibat maraknya aktivitas tambang timah ilegal di daerah aliran sungai. Ini harus dibenahi," tandasnya. (MG/BB/LD/RF/N-2)

BERITA TERKAIT