16 October 2019, 00:40 WIB

Piyu Padi Reborn Adaptasi untuk Kembali


Abdillah Muhammad Marzuqi | Hiburan

ANTARA
 ANTARA
Piyu Padi

GRUP Padi Reborn merilis karya baru berjudul Kau Malaikatku yang merupakan rilisan perdana mereka sejak 2017. Padi Reborn yang dulu dikenal sebagai Padi adalah kelompok musik yang beranggotakan Ari Tri Sosianto (gitar), Andi Fadly Arifuddin (vokal), Surendro Prasetyo (drum), Rindra Risyanto Noor (bas), dan Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (gitar, vokal).

Sebelumnya, kelompok musik itu vakum dari dunia musik Indonesia selama 7 tahun. Para personelnya disibukkan dengan masing-masing. "Jadi selama ini, kita vakum, kita eksplor keinginan masing-masing," ujar Piyu, 46, ketika ditemui Media Indonesia beberapa waktu lalu.

Piyu pun bersolo karier dan sempat mengeluarkan dua album yakni Sakit Hati (2014) dan Best Cuts of Piyu (2016).

Pada akhirnya, kelima personel Padi tersadar dan memutuskan untuk merajut kembali kebersamaan dalam berkarya setelah sekian lama vakum.

"Ternyata tetap baliknya ke situ (Padi). Waktu 7 tahun itulah yang akhirnya membuat kita akhirnya ingin kembali. Tanpa terasa sih," imbuh lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga ini.

Upaya bersatu tidak dilakukan serta-merta. Para personel membutuhkan proses panjang untuk menyadari bahwa berkarya dalam Padi adalah kenyamanan yang dicari.

"Awal itu kita coba untuk balik lagi sama-sama. Tapi kayaknya belum bisa. Memang kayaknya ketika menyentuh di angka 7 (tahun), semua kayaknya plong untuk kembali bersama," sambung Piyu.

Lagu Kau Malaikatku yang baru dirilis menggambarkan kondisi internal grup musik mereka. Lagu itu tidak sekadar menjadi langkah awal Padi Reborn terjun kembali ke dunia musik Tanah Air, tapi memang ditujukan untuk Sobat Padi, sebutan untuk penggemar Padi. Lebih dalam, lagu itu juga ditujukan bagi para personel Padi Reborn. "Ya memang benar. Jadi lagu ini memang sebenarnya jatuhnya adalah ke kita juga. Padi adalah malaikat buat kita sendiri," terang pria kelahiran 15 Juli 1973 tersebut.


Pendekatan baru

Seusai bertahun-tahun meninggalkan gelanggang musik, bukan perkara mudah untuk kembali. Padi Reborn harus menghadapi berbagai macam kondisi yang berbeda dengan sebelumnya. Karya musik, tidak lagi hanya dinikmati secara konvensional. Kini, platform digital muncul menjadi pilihan.

"Memang kita agak sedikit terlambat dalam masuk ke digital approach," ujar Piyu. Menurutnya, Padi Reborn harus melakukan berbagai pendekatan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia musik terkini.

"Akhirnya kita mau gak mau mengikuti yang sedang berlaku dalam industri musik saat ini. Ada adaptasi dalam pendekatan kita untuk memasarkan musik, menjual karya kita. Termasuk bagaimana kita mengantisipasi generasi milenial, yang belum tahu lagu-lagu Padi," ujar Piyu.

Menurut Piyu, Padi Reborn melakukan beberapa perubahan agar dekat dengan generasi milenial. Salah satunya, memutar konten visual pendek mereka sebelum konser. "Kita juga tampilkan videotron ketika show. Di situ, visualnya adalah menceritakan bagaimana perjalanan Padi, karya-karya hits-nya. Pas kita main, mereka akan tahu lagunya. Pada konser berikutnya mereka sudah tahu," ujarnya.

Namun, generasi milenial kadang juga membuat Piyu dan personel Padi Reborn kaget karena mereka banyak mengetahui lagu-lagu Padi era 1990-an. Para milenia ternyata mengenal lagu karya Padi dari orangtua mereka.

Langkah lain, Padi Reborn juga membuat konten untuk platform digital dengan fokus utama pada musik. Meski telah punya basis penggemar yang solid, mereka berteguh pada profesi sebagai musisi. Mereka tidak tergoda untuk alih profesi lainnya. "Tetap yang kita utamakan ialah musik. Karena kita sudah punya penggemar dan sudah punya basis fans yang sudah solid. Ya kita lebih mematangkan di situ. Tidah harus kita jadi vlogger, youtuber, gak harus seperti itu," pungkas Piyu. (H-3)

BERITA TERKAIT