15 October 2019, 19:18 WIB

Penyelesaian Pembahasan RCEP Diapresiasi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Antara/Audy Alwi
 Antara/Audy Alwi
Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastadi

EKONOM Universitas Indonesia Fithra Faisal mengapresiasi kinerja pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan yang telah bekerja keras mendorong penuntasan pembahasan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akhir tahun ini.

Fithra melihat akan ada banyak manfaat yang bisa didapat Indonesia dari terwujudnya perjanjian kerja sama ekonomi kawasan tersebut. Indonesia akan mendapat akses pasar yang sangat besar.

Berbagai produk unggulan Tanah Air juga berpotensi menerima manfaat bebas bea masuk ke 15 negara anggota RCEP .

“Usaha kita sudah jauh lebih baik dalam penyelesaian pembahasan RCEP. Ini patut diapresiasi. Apalagi sekarang menyisakan beberapa artikel saja untuk diselesaikan,” ujar Fithra melalui keterangan resmi, Selasa (15/10).

Baca juga : RCEP Bisa Rampung Tepat Waktu Walau Terganjal India

Sebelumnya, RCEP sempat dikesampingan oleh negara-negara lantaran adanya Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) yang dinilai lebih menguntungkan.

Namun, hengkangnya Amerika Serikat (AS) dari TPP membuat 16 negara kembali fokus pada pembahasan RCEP.

Konsentrasi terhadap RCEP juga tidak terlepas dari peran Tiongkok yang mulai serius membahas program kerja sama tersebut.

"Dengan kondisi ekonomi yang saat ini terpapar perang dagang, mau tidak mau Tiongkok harus berupaya menyelesaikan RCEP guna mengamankan posisi di level regional," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT