15 October 2019, 18:10 WIB

JAD Jawa Barat Disebut Siapkan Bom Daya Ledak Tinggi dan Beracun


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

AFP/Bay Ismoyo
 AFP/Bay Ismoyo
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dari hasil temuan beberapa terduga teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror. Diketahui bahwa bom-bom yang sudah dipersiapkan untuk pengantin memiliki daya ledak yang cukup tinggi atau high explosive.

"Kemudian bom ini berbeda dengan yang biasanya dirakit oleh kelompok JAD maupun teroris yang lainnya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).

Menurutnya, terduga teroris menyasar target dengan menggunakan bom untuk diledakkan. Kekhasan bom yang dirakit JAD Jawa Barat yakni berisi paku, baut, dan gotri. Bahkan ditambahkan bahan kimia beracun.


Baca juga: Ridwan Habisi Teman Kencan dan Rampok Barang Korban


Dedi menjelaskan, dari kelompok yang ditangkap sebelumnya yakni Abu Hamzah jenis high eksplosive yang digunakan hanya mengandung triacetone triperoxide (TATP). Sedangkan bom kelompok JAD Bandung mengandung asam nitrat (HNO3), urea (CON?H?), methanol (CH?OH), RDX (O?NNCH?), serta hexamethylene triperoxide diamine (HMTD).

"High explosive semua. Kemudian ditambah juga bahan-bahan semacam racun. Racun dari hasil uji forensik bernama Abrin. Karakteristik berbahaya, dengan 0,7 mikrogram, racun dapat membunuh 100 orang," lanjutnya.

Polisi masih mencari tahu dari mana para terduga teroris mendapatkan Abrin dan didalami oleh laboratorium forensik Polri. (OL-1)

BERITA TERKAIT