15 October 2019, 18:08 WIB

Kogabwilhan TNI I Fokus Amankan Perbatasan Singapura


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/Golda Eksa
 MI/Golda Eksa
Lepas sambut Pangkoarmada I TNI AL: 

PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) TNI I Laksamana Muda Yudo Margono, menegaskan pihaknya akan fokus mengamankan wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Singapura.

"Dalam pelaksanaan tugas ke depan, fokus perhatian kita bersama ialah di perbatasan selat Singapura, selat Malaka dan Natuna. Itu yang menjadi fokus operasional," ujar Yudo disela-sela acara lepas sambut Panglima Komando Armada I TNI AL dari Yudo kepada Laksamana Muda Muhammad Ali, di Markas Koarmada I, Jakarta, Selasa (15/10).

Menurut dia, Kogabwilhan I yang bermaterikan personel lintas matra bertugas mengamankan sejumlah wilayah. Rinciannya, wilayah darat meliputi Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat dan Banten.

Wilayah laut, yaitu perairan di sekitar Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Sementara wilayah udara berada di atas Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya. Markas Kogabwilhan I berkedudukan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Baca juga : TNI AD Siapkan Seluruh Pasukan Kawal Pelantikan Jokowi-Amin

Laksamana Muda Muhammad Ali, menambahkan dirinya akan melanjutkan pelbagai tugas operasional dan kebijakan Koarmada I TNI AL yang sebelumnya dibuat oleh Yudo.

"Intinya, semua kebijakan yang telah dilaksanakan dengan baik akan saya teruskan. Kita hanya tinggal mengembangkan dan mungkin ada sedikit tambahan-tambahan," kata Ali.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan Kogabwilhan TNI I, II, dan III, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (27/9).

Pembentukan Kogabwilhan merupakan upaya pembangunan kekuatan TNI untuk menangkal semua potensi ancaman yang mengganggu kepentingan nasional.

Dalam realitasnya, terang Hadi, perkembangan lingkungan strategis saat ini semakin kompleks dan eskalatif di berbagai belahan dunia, serta menghadirkan berbagai bentuk ancaman terhadap kepentingan nasional, baik bersifat ancaman militer maupun nonmiliter. (OL-7)

BERITA TERKAIT