15 October 2019, 16:35 WIB

Teater Garasi Raih Penghargaan Dari Pemerintah Norwegia


Galih Agus Saputra | Weekend

Antara/Rosa Panggabean
 Antara/Rosa Panggabean
Teater Garasi mementaskan pertunjukan bertajuk After The Voices yang disutradarai Yudi Ahmad Tajudin di Erasmus Huis, Jakarta, Rabu (26/3). 

SETELAH melewati proses yang cukup panjang mulai dari riset, lokakarya, dan kunjungan ke berbagai kota dan negara, kini Teater Garasi yang berasal dari Yogyakarta berhasil meraih penghargaan Ibsen Scholarship 2019 dari Ibsen Awards, Norwegia. Ibsen sendiri diambil dari nama dramawan, sekaligus penyair asal Norwegia sekelas Shakespare, Henrik Ibsen. Pada kesempatan ini, Teater Garasi juga beroleh kesempatan menyajikan karya berjudul Peer Gynt yang dibuat oleh Ibsen.

Berkat kerangka drama tersebut, perwakilan Teater Garasi selanjutnya akan berangkat ke Skien, Norwegia untuk menerima penghargaan pada 23 Oktober mendatang.

Dalam pementasannya, karya tersebut dikemas Teater Garasi melalui proyek 'Multitude of Peer Gynt (MPG)'. Karya tersebut mereka suguhkan dalam sebuah kolaborasi inter-Asia bersama sejumlah seniman dari Jepang, Sri Lanka, serta Vietnam, dan tentunya Indonesia.

"Secara sederhana, kisah tersebut dapat dipahami sebagai suguhan dramaturgi tentang isu kesalingterhubungan dunia terkini dan konflik baru yang diakibatkannya rasa takut hingga kecemasan," tutur perintis Tetaer Garasi sekaligus sutradara MPG, Yudi Ahmad Tajudin saat konferensi pers di Co-working Space Bekraf, Gedung Kementerian BUMN, Gambir, Jakarta, Senin (14/10).

Pementasan ini akan digelar perdana pada 5 hingga 19 November, di Shizuoka Arts Theater, Jepang. Sementara pementasannya di Jakarta akan digelar pada awal 2020.

Menurut Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti, dewasa ini pelaku industri kreatif telah menjadi salah satu ujung tombak perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, dalam peningkatan kapasitasnya perlu adanya dukungan paling tidak terhadap tiga hal.

"Pertama perluasan wawasan terhadap perkembangan industri kreatif luar negeri, kemudian peningkatan kemampuan sehingga mampu setara dengan pelaku kreatif luar negeri, serta perluasan dan penguatan jejaring internasional dan peluang kerjasama investasi," imbuhnya.

Sementara itu, subsektor Seni Pertunjukan Tanah Air sendiri, beberapa tahun belakangan ini telah mengalami perkembangan yang cukup positif. Pada 2015, subsektor ini memberi sumbangan Rp. 2,2 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan laju pertumbuhan 6,03 persen. Selain itu, dalam realisasinya subsektor ini juga mampu meraih tenaga kerja hingga 1,06 persen dari total pekerja kreatif.

Adapun dalam proyek MPG sendiri, Yudi kali ini dibantu oleh sejumlah seniman yang namanya tak asing lagi di dunia seni pertunjukan dalam maupun luar negeri. Mulai dari Jepang, ia dibantu Seniman sekaligus Koreografer, Takao Kawaguchi, Aktor, Micari, serta Seniman Bunyi, Yashushiro Morinaga. Ada juga Penari dari Sri Lanka, Venuri Perera, dan Perupa dari Vietnam, Nguyen Manh Hung.

Sementara untuk seniman dalam negeri, ada nama-nama Aktor dari Teater Garasi yang berperan sebagai kolaborator kunci yaitu, Gunawan Maryanto, Arsita Iswardhani, dan MN Qomarudin. Selain itu, ada juga Penata Cahaya Teater Garasi, Ignatius Sugiarto, serta Ugoran Prasad yang banyak bekerja bersama Yudi dalam proyek MPG ini. (M-4)

BERITA TERKAIT