15 October 2019, 15:15 WIB

Jaga Demokrasi, PKS: Ayo Pengusung 02 Konsisten Oposisi


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Dok.MI
 Dok.MI
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera

KETUA DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan sikap politik partainya tidak akan berubah seperti yang terjadi pada Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat dan Gerindra yang memilih merapat ke wilayah kekuasaan. Pasalnya menjadi oposisi pun mulia, terlebih dengan dasar untuk menjaga keseimbangan demokrasi selama lima tahun ke depan.

"Demokrasi yang sehat memerlukan oposisi yang kuat. Buat PKS di dalam atau di luar Pemerintahan bukan hal utama, tapi berkontribusi dengan optimal memajukan negeri termasuk menyehatkan demokrasi kita adalah yang utama," terangnya kepada Media Indonesia, Selasa (15/8).

Menurut dia, alasan utama PKS menjadi oposisi karena mengutamakan kelangsungan dan stabilitas pemerintahan lima tahu ke depan. Terlebih negara menghadapi tantangan nasional dan global yang berat. Itu bukan hanya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok tapi juga polemik dalam negeri seperti persoalan BPJS, kebakaran hutan dan lahan hingga kualitas pendidikan yang masih rendah.

"Kemudian itu memerlukan ada kekuatan penyeimbang yang kuat dan berkualitas. Namun PKS berharap tidak sendirian di menjadi oposisi," katanya.

Baca juga: Berkaus Gerindra, Sandiaga Uno: Saya Kembali :)

Meski demikian, kata dia, PKS masih mengharapkan sikap serupa juga diambil partai pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 untuk menjadi penyeimbang. Alasannya jelas, menjadi oposisi merupakan etika dan logika politik yang paling tepat bagi partai-partai yang gagal memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Etika dan logika politik sangat baik pendukung Prabowo-Sandi bersama dengan kami menjadi oposisi," tegasnya.

Namun menurut dia, silaturahmi politik yang tengah berlangsung sangatlah baik dalam menjaga keutuhan bangsa. "Pertama apresiasi silaturahim politik Pak Jokowi dengan elit bangsa. Apakah PKS ada jadwal pertemuan? Pak Sohibul Iman (Presiden PKS) yang tahu. Saya belum bertanya. Prinsipnya silaturahim harus terus dibangun. Tapi sikap kami menjadi oposisi juga dpt disampaikan saat pertemuan dengan Pak Jokowi. Karena kami menjadi oposisi itu mulia dan sehat bagi demokrasi. Arahan Pimpinan kita masih merujuk keputusan Majelis Syuro di luar pemerintahan. Dalam bahasa saya kami oposisi," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT