15 October 2019, 14:28 WIB

Daerah Terdampak Kemarau Meluas di Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

Antara
 Antara
Lebih dari 200 tangki air bersih disalurkan ke kecamatan-kecamatan yang  melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 

mulai minggu epidemiologi pertama hingga minggu epidemiologi ke-41, tercatat sebanyak 1186 kasus diare saat ini. DAERAH terdampak kemarau di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini meluas hingga 21 desa di enam kecamatan. Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mengintensifkan pengedropan air untuk membantu daerah yang kekeringan tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten, Sip Anwar, menyebut ada tiga desa yang mulai dilanda krisis air bersih , yaitu Desa Bulusan di Kecamatan Karangdowo, Desa Burikan di Kecamatan Cawas, dan Desa Wiro di Kecamatan Bayat.

"Ketiga desa yang mulai terdampak kemarau itu sudah digelontor air bersih masing-masing dua tangki. Dengan demikian, BPBD Klaten hingga hari ini telah menyalurkan bantuan air ke daerah kekeringan mencapai 593 tangki," jelasnya, Selasa (15/10).

Pengedropan air terbanyak untuk daerah kekeringan di Kecamatan Jatinom, yaitu Desa Bandungan, Beteng, Socokangsi,dan Temuireng. Totalnya ada 238 tangki. Setelah itu di Kecamatan Kemalang, sebanyak 172 tangki untuk Desa Sidorejo, Balerante, Tlogowatu, Kendalsari, dan Tegalmulyo.

baca juga: Jumlah Kasus Diare di Flores Timur Meningkat

"Untuk kegiatan pengedropan air bersih, BPBD Klaten tahun ini mendapat anggaran sebesar Rp200 juta atau setara 800 tangki air. Harapan kami dana yang tersisa masih bisa mencukupi untuk kegiatan dropping air sampai musim hujan tiba," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT