15 October 2019, 14:25 WIB

Jumlah Kasus Diare di Flores Timur Meningkat


Ferdinandus Rabu | Nusantara

Antara
 Antara
Musim kemarau memicu meningkatnya kasus diare di Flores Timur karena akses air bersih sulit didapatkan

KEMARAU panjang di Kabupaten Flores Timur menyebabkan meningkatnya kejadian penyakit diare. Data Dinas Kesehatan Flores Timur menyebutkan penyakit yang paling menonjol saat ini adalah penyakit diare larema tidak tersedianya air bersih.

Kepala dinas kesehatan Flotim, dr. Ogi Silimalar melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sudirman Kia, saat dikonfirmasi Selasa (15/10), mengakui saat kemarau ini potensi penyakit diare cenderung meningkat karena tidak ada sumber air bersih.

"Penyakit yang menonjol saat ini adalah diare. Penyakit ini meningkat karena kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan kekeringan dan krisis air bersih, sehingga dapat menganggu pola hidup sehat masyarakat. Akibatnya kasus diare pun paling sering terjadi saat ini," ujarnya.

"Dari data suvalance kami, yang dihitung mulai minggu epidemiologi pertama hingga minggu epidemiologi ke-41, tercatat sebanyak 1186 kasus diare saat ini. Memang tahun ini ada tren penurunan dibandingakan tahun lalu. Tahun lalu untuk posisi minggu ke-41 tercatat sebanyak 1968 kasus diare. Sementara tahun ini hanya seribu lebih kasus diare. Tetapi memang penyakit diaer paling sering terjadi saat ini,� pungkas Sudirman.

baca juga: Mahasiswa Demo Bersihkan Tasikmalaya Dari Korupsi

Untuk memutus mata rantai penularan diare, Sudirman mengimbau agar masyarakat membiasakan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT