15 October 2019, 13:46 WIB

Kemendag Tanda Tangani MoU dengan CBI Belanda


Hilda Julaika | Ekonomi

MI/Hilda Julaika
 MI/Hilda Julaika
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Doddy Edward (kedua dari kiri) dan Direktur CBI Hans Obdeijn (kedua dari kanan) tanda tangani MoU

GUNA mendorong pengembangan ekspor produk Home Decor dalam negeri ke pasar Eropa, Indonesia menjalin kerja sama dengan Belanda. Tepatnya dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) di Jakarta, Selasa (15/10).

CBI berada di bawah Kementerian Luar Negeri Belanda yang telah membantu lebih dari 800 pengusaha untuk bisa melakukan ekspor ke pasar Eropa.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Doddy Edward dengan Direktur CBI Hans Obdeijn. Kerja sama ini akan berlangsung selama 5 tahun sejak 2019-2024. Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Den Haag, Belanda, Juli lalu.

"Kerja sama ini bertujuan memperkuat kapasitas eksportir Indonesia di sektor produk dekorasi rumah. Khususnya untuk meningkatkan daya saing ekspor dan tanggung jawab sosial dari usaha kecil dan menengah (UMKM)," ujar Doddy.

Baca juga: Indonesia Dorong Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Eropa

Kerja sama ini dilakukan melihat peluang besar produk dekor rumah Indonesia di pasar Eropa. Terutama Belanda digadang-gadang sebagai pintu utama untuk ekspor produk ini. Belanda menempati posisi pertama dengan market share sebesar 22,34%. Sementara itu, jumlah ekspor menunjukkan tren yang meningkat dari tahun 2014-2018 sebesar 3,38%. Dengan total ekspor pada 2018 mencapai 109 juta dollar.

Program Tahapan Kerja Sama

Kelompok produk yang akan digencarkan untuk lima tahun ke depan yakni produk dekorasi rumah berbahan kayu, rotan dan serat alami lainnya. Sementara itu, kriteria bagi perusahaan yang bisa terlibat dalam program ini di antaranya merupakan perusahaan siap ekspor, memiliki saham di atas 51%, memiliki karyawan sebanyak 5-500 orang serta telah memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Perusahaan yang memenuhi kriteria akan melakukan beberapa tahapan program pembinaan dari CBI. Tahap pertama, perusahaan yang telah mendaftar akan melalui sistem audit yang ketat. Setelah itu, perusahaan terpilih akan menjalani program pembinaan ekspor yang meliputi bimbingan teknis dan pelatihan.

Program pelatihan yang diberikan terkait dengan pemahaman pasar Eropa dan pengembangan kinerja tanggung jawab sosial. Selanjutnya proses seleksi mengerucut pada peningkatan strategi penetrasi pasar bagi UMKM untuk memasuki pasar Eropa.

Local External Expert CBI Indonesia Liena Mahalli mengatakan UMKM akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan pemasaran. Seperti partisipasi pada pameran, misi dagang, bisnis ke bisnis (B2B) hingga pemasaran daring.

"Melalui pelatihan ini kita ingin mendorong kualitas pada produk. Selama ini kita hanya bikin barang dan bersaing di harga. Ke depannya kita harus bersaing di kualitas dan di sustainability dan sertifikasi sesuai dengan permintaan pasar Eropa," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT