15 October 2019, 13:39 WIB

UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan


Ferdinand | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
UNS mengukuhkan dua guru besar perempuan Prof  Yulia Lanti Retno Dewi (kiri) dan Prof  Hunik Sri Runing Sawitri, Selasa (15/10).

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan dua guru besar perempuan baru di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (15/10). Mereka ialah Prof. Dr. dr. Yulia Lanti Retno Dewi, M.Si sebagai guru besar bidang ilmu gizi pada Fakultas Kedokteran, dan Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S.E., M.Si sebagai guru besar bidang manajemen sumber daya manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Yulia Lanti menyampaikan pidato pengukuhan Kekurangan iodium dalam Perspektif Ekologi dan Upaya penanggulangannya. Hal itu merupakan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Di sana Yulia menemukan berbagai upaya penanggulangan mulai dari pemberian suntikan iodium, kapsul iodium, hingga kampanye penggunaan garam beriodium. Namun kasus kekurangan bahan pembentuk hormon tiroid itu masih saja ada. Inilah yang mendorongnya untuk melakukan penelitian secara mendalam dengan menggunakan sudut pandang ekologi.

"Dalam perspektif ekologi kekurangan iodium adalah akibat interaksi faktor lingkungan fisik, biologi, sosial, dan budaya," katanya.

Faktor fisik meliputi topografi, penggundulan hutan, curah hujan tinggi, dan erosi. Faktor biologi berupa escherichia coli, cacing usus, senyawa goitrogenik, pupuk nitrogen, dan anemia zat besi. Faktor budaya berupa ketidakacuhan, pertanian, pola makan monoton, dan cara memasak makanan. Terakhir faktor sosial berupa tingkat pendidikan dan kemiskinan.

"Saya mengusulkan agar upaya penanggulangan kekurangan iodium selain menggunakan suplemen iodium ditambah upaya lain," katanya.

Seperti pencegahan erosi, penyebar luasan informasi bahan makanan yang dapat memperberat goitrogenik (gondok), memperbaiki kualitas garam, dan membiasakan pola hidup bersih pada anak untuk mencegah cacingan. Meski tidak secara langsung berkaitan dengan suplemen iodium, namun dalam perspektif ekologi merupakan bagian penting dalam penanggulangan kekurangan iodium.

baca juga: Jumlah TPS Pilkada Cianjur 2020 Bakal Bertambah

"Saya mengusulkan paradigma baru: iodium kurang+suplemen iodium+upaya lain dalam masyarakat = iodium cukup," tegasnya.

Sementara, Hunik Sri Runing Sawitri menyampaikan pidato pengukuhan Komitmen Organisasional, Budaya dan Kinerja Karyawan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT