15 October 2019, 13:39 WIB

Kemhan Gelar Lomba Bela Negara Digital


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

Dok. Video Kementerian Pertahanan
 Dok. Video Kementerian Pertahanan
Kementerian Pertahanan gelar lomba kreatif bela negara dalam bentuk video dan foto

KECINTAAN pada bangsa dan negara tidak melulu diwujudkan dalam kegiatan fisik. Bela negara juga bisa dilakukan dengan cara-cara asik nan kreatif. Apalagi perkembangan teknologi informasi dan digital telah menjadi arus baru dalam mewujudkan krativitas.

Hal itu menjadi landasan Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) menyelenggarakan Lomba Kreativitas Bela Negara Digital. Lomba itu bisa diikuti masyarakat dari berbagai kalangan, suku, ras daerah, agama serta bahasa. Lomba itu juga terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

"Dengan menumbuhkan semangat bela negara, cinta tanah air dan toleransi, keberagaman, tidak harus melalui kegiatan fisik semata, tetapi berbagai kegiatan yang kemudian dirangkai menjadi sebuah konten video dan foto. Menjadi salah satu solusi, strategi dalam rangka memberikan kontribusi kepada bangsa ini," terang Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto di Kantor Kemhan Jakarta, Selasa (15/10).

Lomba dibagi menjadi kategori foto dan video. Peserta bisa memilih salah satu dari beberapa tema yakni Cinta Tanah Air Indonesia, Kerukunan dalam Keberagaman ataupun Ayo Bela Negaraku. Karya yang dikirim harus merupakan ciptaan sendiri yang belum pernah memenangkan penghargaan dalam lomba apapun dan tidak pernah digunakan untuk tujuan komersil.

Baca juga: Kemhan Ajak Masyarakat Waspadai Perang Cuci Otak

Selain itu, hasil karya tersebut tidak boleh mengandung SARA, kekerasan, pornografi serta tidak melanggar UU ITE dan UU Film.

"Video tidak ada unsur provokasi, pornografi dan sesuai dengan UU ITE," terang Totok.

Lomba itu juga berkenaan dengan kemajuan zaman dan arus globalisasi yang berpotensi terhadap perluasan ancaman keamanan dan pertahanan negara dari berbagai aspek kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

Era digitalisasi menjadi tantangan baru untuk menjaga keberagaman dalam bingkai persatuan dan kesatuan melalui kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, damai dan harmonis.

Lomba itu bertujuan agar generasi muda lebih siap dan tidak mudah terlena pada tekanan asimetris di dunia digital dan menjadi akar kuat dalam bela negara demi menjaga keutuhan NKRI.

"Sehingga diharapkan generasi muda kita tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang terjadi dewasa ini," terang Kepala Pusat Penerangan Data dan Informasi (Pusdatin) Kemhan Brigjen Dominggus Pakel.

Periode pengambilan karya foto dan video pada 1 Januari hingga 23 November 2019. Sedangkan batas waktu penerimaan materi lomba ada 24 November 2019. Pemenang akan diumumkan pada 19 Desember bertepatan dengan Hari Bela Negara.(OL-5)

BERITA TERKAIT