15 October 2019, 14:30 WIB

Koulibaly Menolak Kalah dari Rasisme


Gregorius Gelino | Sepak Bola

AFP/Marco Bertorello
 AFP/Marco Bertorello
Kalidou Koulibaly

BEK Napoli Kalidou Koulibaly menolak meninggalkan Italia untuk menghindari rasisme. Ia menegaskan sebagai pemain, hengkang dari Negeri Pizza menunjukkan kekalahan dari rasisme.

"Meninggalkan Italia untuk menghindari rasisme? Itu hanya akan memberi alasan untuk pelaku (untuk terus berlaku rasisme)," kata Koulibaly kepada L'Equipe.

Bek asal Senegal itu merasa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) harus memberi sanksi tegas. Pesepak bola 28 tahun itu menilai FIGC tidak pernah memberi sanksi tegas kepada pelaku rasisme.

Baca juga: Aksi Rasisme Pendukung Bulgaria Buat Mings Kecewa

"Mereka yang seharusnya pergi. Kami harus bertahan, menunjukkan bahwa kami tidak terpengaruh," tegasnya.

"Saya tidak pernah melihat ada fans yang dilarang masuk stadion, denda dalam jumlah besar, pengurangan poin. Kita harus memberi hukuman untuk membuat mereka jera," pungkasnya.

Koulibaly merupakan satu dari sekian banyak pesepak bola kulit hitam di Italia yang mendapat perlakuan rasisme. Mantan penyerang Juventus Moise Kean dan penyerang Inter Milan Romelu Lukaku juga mendapat perlakuan rasisme dari suporter Cagliari. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT