15 October 2019, 12:53 WIB

Cukup Dengan KTP Alasan Pemprov Sumsel Akan Aktifkan Jamsoskes


Dwi Apriani | Nusantara

Mi/Dwi Apriani
 Mi/Dwi Apriani
Rapat pembahasan rencana diberlakukan lagi Jamsoskes yang pernah dilaksanakan di Sumsel sebelum berintegrasi ke BPJS Kesehatan.

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan sedang merancang untuk pengajuan penggunaan kembali program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes). Program ini merupakan program berobat gratis yang dicetuskan mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat masih menjadi Bupati Musi Banyuasin pada 2004.

Program berobat gratis ini, kemungkinan besar akan menggeser penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari pemerintah pusat. Sekda Sumsel Nasrun Umar, mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu yang diutamakan Pemprov Sumsel, termasuk rancangan Jamsoskes kembali  diterapkan.

"Di tahun 2020 diharapkan Universal Healthy Coverage (UHC) dapat dipenuhi. Seluruh penduduk Sumsel dapat dilayani kesehatannya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja," ujarnya saat memaparkan data Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya, Selasa (15/10).

Program berobat gratis ini dinilai tepat untuk meringankan beban masyarakat Sumsel.

"Dengan diberlakukannya Jamsoskes hanya dengan iuran Rp10.000 bisa dinikmati untuk seluruh warga Sumsel. Sementara sekarang (iuran terendah BPJS Kesehatan) sekitar Rp25.000," ungkapnya.

Ia menambahkan, jika memungkinkan Jamsoskes diberlakukan lagi, Pemprov Sumsel akan mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo. Jika Presiden Joko Wododo menyetujui Jamsoskes diberlakukan di Sumsel, Pemprov Sumsel akan segera melaksanakannya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Trisnawarman menyatakan dinas kesehatan siap mendukung jika Jamsoskes akan diusulkan untuk mengganti BPJS Kesehatan di Sumsel.

"Kita siap mendukung program dan saran Pemprov Sumsel ke pemeritah pusat, jika itu untuk kepentingan masyarakat," ungkapnya.

baca juga: Program Kotaku Dukung Pengembangan Pariwisata di Malang

Program Jamsoskes baru diberlakukan di seluruh Sumsel pada  2009 hingga tahun 2018. Di awal program ini, warga Sumsel hanya dibebani iuran bulanan sebesar Rp5.000. Sekitar 2017, iuran meningkat dua kali lipat sebesar Rp10.000. Terhitung 1 Januari 2019 program Jamsoskes Sumsel Semesta sudah terintegrasi Ke BPJS Kesehatan. (OL-3)

BERITA TERKAIT