15 October 2019, 11:00 WIB

BPBD Garut Akan Bentuk Desa Tangguh Bencana di Tiap Kecamatan


Kristiadi | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi 

 BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat terus berupaya membentuk desa tangguh bencana di seluruh kecamatan. Langkah yang harus dilakukannya tersebut lantaran Kabupaten Garut salah satu daerah paling rawan bencana.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sopian mengatakan, selama ini masih terus berupaya membentuk desa tangguh bencana dan minimalnya harus mencapai 50% dari 443 Desa tersebar di 42 Kecamatan menjadi desa tangguh bencana.

"Kabupaten Garut telah masuk urutan kedua rawan bencana di Indonesia. Karena semua bencana selalu ada dan perlu diwaspadai juga. Bencana paling rawan di Garut sendiri mulai dari longsor, pergerakan tanah, banjir bandang, gunung meletus dan tsunami," katan Tubagus Agus Sopian, Selasa (15/10).

 Saat ini ada 15 desa di wilayahnya paling tinggi kerawanan bencana. Namun masyarakat diharapkan bisa melakukan mitigasi potensi bencana secara mandiri.
 
"Masyarakat harus melakukan evakuasi serta mampu mempercepat pemulihan terutama pascabencana. Tanpa harus menunggu adanya instruksi dari pihak berwenang dalam hal ini pemerintah. Karena, penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi menjadi kewajiban semua pihak," ujarnya.

Menurutnya, pembentukan desa tangguh bencana ini harus terus digenjot sampai 2020 mendatang, supaya bisa meminimalisir korban bila terjadi bencana.

baca juga: Forum DAS Babel Ingatkan Ancaman Potensi Banjir

"Untuk menekan jatuhnya korban jiawa tentu di setiap desa dan kecamatan harus terbentuk desa tangguh bencana. Agar mereka bisa mewaspadai dan memberi pertolongan cepat terutama dalam kejadian tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, dan bencana alam lainnya. Kami juga berharap, agar masyarakat harus mewaspadai kejadian alam yang tidak bisa diprediksi," pungkasnya.

BERITA TERKAIT