15 October 2019, 12:45 WIB

Program Kotaku Dukung Pengembangan Pariwisata di Malang


Andhika Prasetyo | Nusantara

Dok PU-Pera
 Dok PU-Pera
Kampoeng Lampion di Jodipan, Malang, Jawa Timur, tampak bersih dan rapi setelah mendapat bantuan program Kotaku

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kelompok Masyarakat melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di Jodipan, Malang, Jawa Timur.

Program yang dinamai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tersebut diharapkan mampu mengubah wajah di kawasan yang dikenal sebagai Kampoeng Lampion yang tidak terawat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jodipan Suheni mengatakan, sedianya, Kampoeng Lampion sudah diresmikan sebagai salah satu daerah wisata.

Namun, kawasan itu mati suri pada 2018 karena kondisi lingkungan yang tidak bersih dan terawat. Dengan banyaknya destinasi wisata lain di Malang, daerah itu langsung redup dan terlupakan.

Sekarang, melalui program Kotaku, Kampoeng Lampion kembali dipoles. Adapun, lingkup pengerjaan berupa perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan septic tank biofil komunal dan hibah gerobak sampah serta motor pengangkut sampah untuk pengelolaan limbah.

Baca juga: Forum DAS Babel Ingatkan Ancaman Potensi Banjir

Total anggaran penataan lingkungan di salah satu kampung tematik di Malang tersebut mencapai Rp1 miliar yangl berasal dari APBN.

“Sekarang jalan sudah bersih. Semua saluran drainase tertutup rapi. Dinding-dinding juga dihiasi berbagai ukiran," ucap Suheni.

Ia mengatakan semua pengerjaan program Kotaku melibatkan peran aktif seluruh warga mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan perawatan.

“Melalui program ini juga menambah erat kekerabatan warga di lingkungan ini sehingga semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan menjadi lebih besar," tuturnya.

Suheni berharap, dengan perbaikan dari program Kotaku, Kampoeng Lampion dapat kembali bersaing dengan kampung-kampung tematik lain di Malang dalam menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami juga sudah membuat pos untuk anak-anak dan remaja belajar bahasa Inggris agar mereka siap dengan kedatangan turis-turis,” ujarnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT