14 October 2019, 23:40 WIB

Enggartiasto Lukita Dipandang sebagai Orang yang Komitmen


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Peluncuran buku Pak Enggar Mentro & pemimpin

SOSOK Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita diceritakan kembali oleh Rio Abdurrachman dalam sebuah buku yang berjudul 'Pak Enggar, Mentor & Pemimpin'. Orang yang memerhatikan detail, komitmen dan konsisten, merupakan gambaran yang disematkan kepada Enggar oleh Rio.

"Pak enggar itu orang yang teliti, orang yang detail, orang yang disiplin. Dia kalau misal melakukan sesuatu. Kalau dia komitmen terhadap sesuatu dia pasti akan konsisten mengawal komitmen itu sampai selesai. Menurut saya itu hal-hal penting dalam hidup. Kadang-kadang orang larut pada hal-hal besar sehingga dia luput untuk melakukan hal-hal penting," ujar Rio dalam peluncuran buku di Jakarta, Senin (14/10).

Pria yang telah mendampingi karir Enggar selama 11 tahun tersebut menginginkan publik mengenal lebih jauh sosok Enggar.

"Buku ini merupakan catatan-catatan saya. Saya melihat Pak Enggar di perjalanan, di persinggahannya dia melewati beberapa peristiwa bagaimana dia menyelesaikan, bagaimana dia melewati setiap tahapan-tahapan itu. Menurut saya ini bisa menjadi pembelajaran buat banyak orang," jelas Rio.

Selain itu, didalam bukunya Rio menarasikan bagaimana Enggar memberikan kesempatan padanya untuk melangkah maju. Dari narasi itu pula, Enggar tergambarkan sebagai sosok yang mampu melihat kemampuan seseorang sejak pandangan pertama.

Baca juga : Pemerintah Permudah Investor Relokasi ke Tanah Air

"Pak Enggar itu orang yang mampu mencium kemampuan orang dan kemudian dia mampu memberikan pada orang itu. Supaya orang itu bisa tumbuh dan bisa menyelesaikan tugas-tugasnya," tukas Rio.

Sementara Enggar sendiri mengaku terkejut ketika perjalanan karirnya dibukukan oleh Rio. Mantan Ketua Persatuan Perusahaan realestat Indonesia (REI) itu mengapresiasi langkah Rio untuk menerbitkan buku.

"Beberapa bulan lalu dia minta izin ke saya bahwa dia mengumpulkan berbagai catatan yang ada dalam diri dia, yang mungkin sebagian besar adalah perjalanan hidup dia bersama-sama dengan saya kemudian dia tuangkan dalam satu buku yang ditulis dengan bahasa populer yang tidak terlalu sulit," ucap Enggar.

Enggar mengharapkan, dari buku tentang kisah perjalanan karirnya, masyarakat Indonesia dapat terpengaruh nilai-nilai yang selama ini dipegang olehnya.

"Bagi manusia yang bisa diwariskan adalah nilai. Orang bilang kalau meninggalkan nama, tetapi bagi saya bukan nama. Saya ingin nilai yang saya wariskan," tutur Enggar.

Enggar juga kerap disebut sebagai orang yang penuh komitmen dalam mengerjakan segala sesuatu. Sebab, komitmen merupakan hal mendasar yang penting untuk dijaga dan diwariskan.

Terlebih ketika dirinya menjadi seorang Menteri, ia mengaku kerap menomerduakan urusan keluarganya. Sebab, kata Enggar, ketika dirinya menjadi Menteri, maka hal utama yang harus dipikirkan ialah rakyat Indonesia.

Baca juga : Mendag Resmikan Empat UPT Balai Pengawasan Tertib Niaga

"Bahwa segala sesuatu yang penting adalah komitmen. Pada satu titik tertentu ada kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan segala-galanya. Itu yang saya yakini dan saya pegang terus," tukas Enggar.

Lebih dari itu, Enggar mengatakan, nilai-nilai kehidupan yang ia pegang saat ini terinspirasi dari dua tokoh bangsa.

"Saya belajar soal nasionalisme itu dari Ketua Umum saya, Surya Paloh. Beliau mengajarkan saya soal nasionalisme," tutur Enggar.

Sementara dalam mengambil kebijakan, Enggar mengaku meniru cara dari Presiden Joko Widodo.

"Saya sendiri terinspirasi dari Jokowi, saat beliau memindahkan pasar loak di Solo hanya dengan dialog dan pertemuan. Hal itu saya lakukan juga kepada bos-bos beras untuk menurunkan harga beras," tandas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT