14 October 2019, 21:48 WIB

Potensi Kredit Macet Meningkat, OJK: Kondisi Bank-Bank Masih Oke


Ihfa Firdausya | Ekonomi

Antara/Sigid Kurniawan
 Antara/Sigid Kurniawan
Layanan perbankan

KETAHANAN bank-bank Indonesia dalam menghadapi potensi Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet menjadi perhatian. Hal tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran peningkatan kredit macet seiring berlanjutnya pelemahan perekonomian dunia akibat Perang Dagang Amerika Serikat-Tiongkok yang tak kunjung usai.

Namun, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Budi Armanto menyebut hingga saat ini kondisi bank-bank Indonesia masih baik.

"Sampai saat ini kondisi bank-bank masih oke. Memang ada kecenderungan NPL meningkat tapi tidak signifikan sehingga NPL (gross) per posisi terakhir, Agustus 2019, tercatat sebesar 2,6%, naik dari bulan sebelumnya 2,55%," ujar Budi kepada Media Indonesia, Senin (14/10).

Baca juga : Penurunan Harga Komoditas akan Pengaruhi PNBP

Namun, menurutnya, beberapa bank sudah melakukan antisipasi dengan menambah cadangannya sejak tahun yang lalu dengan menurunkan pembagian deviden. "Atau malah ada yang tidak membagikan deviden," tuturnya.

Bagi bank yang debiturnya sudah mengalami masalah, umumnya mereka menyiapkan restrukturisasi (jangka waktu, cicilan, suku bunga, dll.).

"Tapi sampai sejauh ini kredit restrukturisasi masih belum ada peningkatan. Memang bank masih terkesan hati-hati (sangat selektif) dalam memberikan kredit sehingga growth kredit masih rendah (8, 6%)," pungkasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ony Widjanarko juga menyebut situasinya masih terkendali. "Kalau dari data terakhir NPL masih aman dan terjaga," tulisnya melalui pesan singkat, Senin (14/10). (OL-7)

BERITA TERKAIT