15 October 2019, 02:00 WIB

Puluhan Ribu Orang Bantu Korban Hagibis


AFP/BBC/Hym/X-11 | Internasional

Kazuhiro NOGI / AFP
 Kazuhiro NOGI / AFP
Tim penolong menggunakan perahu masih terus berusaha mencari korban yg terkena Topan Hagibis.

LEBIH dari 110 ribu orang mengambil bagian dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban setelah topan Hagibis menerjang Jepang pada awal pekan ini.

Jaringan televisi NHK menyebut topan Hagibis--badai terburuk yang melanda negara itu dalam beberapa dekade--telah menewaskan sedikitnya 56 orang, dengan 15 orang hilang dan 200 lainnya terluka.

Topan tersebut juga menyebabkan pembatalan tiga pertandingan Piala Dunia Rugby di Jepang. Akan tetapi, pertandingan kunci antara Jepang dan Skotlandia tetap berjalan. Jepang menang 28-21 dan mencapai perempat final untuk pertama kalinya. Tim Jepang lalu mendedikasikan kemenangan itu untuk para korban.

Kekuatan topan Hagibis saat ini dilaporkan telah melemah dan menjauh dari daratan Jepang, tetapi meninggalkan jejak kehancuran.

Banjir dan longsoran

Ribuan petugas polisi, petugas pemadam kebakaran, penjaga pantai, dan militer kini bekerja siang-malam untuk menjangkau korban badai yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir akibat meluapnya lebih dari 100 sungai di berbagai wilayah.

Mereka antara lain menggunakan helikopter untuk mengangkat warga yang bertahan di atap rumah.

“Masih banyak yang belum ditemukan. Tim penolong masih terus berusaha mencari mereka,” ungkap Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Sekitar 92 ribu rumah di Jepang kini tetap belum mendapat pasokan listrik--turun dari 262 ribu rumah tangga pada Minggu--dengan 120 ribu rumah mengalami pema­dam­an air.

Lebih dari 7 juta orang diminta untuk meninggalkan rumah mereka di puncak badai, tetapi diperkirakan hanya 50 ribu yang tinggal di tempat penampungan. Ibu Kota Tokyo relatif minim kerugian, tetapi kota-kota lain mengalami banjir.

Baru bulan lalu topan Faxai mendatangkan malapetaka di beberapa bagian Jepang, merusak 30 ribu rumah, yang sebagian besar belum diperbaiki.

Badan ramalan cuaca Jepang menyebut masih ada kemungkinan hujan turun di wilayah tengah dan timur Jepang. Dikhawatir­kan ini akan menyebabkan banjir dan tanah longsor susulan. Di Nagano, yang menjadi daerah dengan tingkat kerusakan terparah misalnya, hujan deras sudah mulai turun. “Kami minta warga terus waspadai ancam­an banjir dan longsor,” ujar Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga. (AFP/BBC/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT