14 October 2019, 19:00 WIB

Para Akademisi Gelar Konferensi tentang U2 di Sydney


Adiyanto | Weekend

Ludovic Marin/AFP
 Ludovic Marin/AFP
Vokalis U2, Paul David Hewson alias Bono berbicara kepada wartawan seusai bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris, tahun lalu.

U2, band pop rock asal Irlandia bukan cuma sebuah grup musik. Mereka sudah jadi semacam ikon budaya yang memengaruhi kehidupan sosial masyarakat, dan juga industri musik.

Wajar jika band sepopuler dan berpengaruh seperti mereka yang telah malang melintang lebih dari empat dekade, jadi bahan kajian akademis sejumlah disiplin ilmu.

Edisi perdana Konferensi U2 Australia, sebuah simposium bagi para peneliti di bidang studi U2 dan pertemuan penggemar, akan berlangsung di Sydney, November nanti, bertepatan dengan para superstar Irlandia ini yang membawa tur Joshua Tree ke kota itu.

“Band ini memiliki banyak makna bagi begitu banyak orang,” kata Naomi Dinnen, penyelenggara untuk konferensi November dan seorang akademisi di sekolah musik Universitas Nasional Australia, kepada Guardian Australia, Senin (14/10).


“Itulah mengapa kami ingin melakukan konferensi ini, yakni untuk menyatukan orang untuk melihat bagaimana U2 benar-benar memengaruhi masyarakat, budaya, dan musik selama 40 tahun terakhir," imbuhnya.

Konferensi ini merupakan gagasan sastrawan AS Scott Calhoun. Tiga edisi konferensi serupa digelar pada 2009 dan 2013 di AS, dan tahun lalu di kota asal band pop ini, yakni di Dublin, Irlandia.

Sutradara film Australia Richard Lowenstein, yang ikut menggarap film dokumente Mystify, akan menjadi tamu istimewa di konferensi tersebut.  Di konferensi ini juga akan diputar
film dokumenter U2 Lovetown dan Mystify, termasuk wawancara dengan Bono, sang vokalis.

U2 beranggotakan Bono (atau Paul David Hewson, vokal dan gitar), The Edge (alias David Howell Evans, gitar, piano, vokal dan bas), Adam Clayton (bas dan gitar), serta Larry Mullen, Jr (drum). Grup musik ini terbentuk pada 1976. Selain vokalis, Bono juga seorang aktivisi soasial dan lingkungan. Dia antara lain mendirikan dan memimpin ONE, lembaga yang melobi para pemimpin dunia untuk mengatasi kemiskinan. (AFP/A-2)

 

BERITA TERKAIT