14 October 2019, 18:15 WIB

UI Tuan Rumah Sidang Tahunan PTN-BH


Kisar Rajaguguk | Humaniora

Ist
 Ist
Kampus Universitas Indonesia Depok.

UNIVERSITAS Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Tahunan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga Ketua Forum Majelis Wali Amanat (MWA) PTN-BH, Rudiantara, bersama dengan Rektor UI yang juga Ketua Sekretaris bersama PTN-BH, Muhammad Anis, Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTN-BH, Priyo, hadir dalam rangkaian kegiatan Sidang Tahunan yang berlangsung di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada 14-15 Oktober 2019 tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir menyampaikan keynote speech-nya bertajuk 'Pola pengelolaan keuangan dan Keasetan PTN-BH'.

Dalam paparannya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mempersiapkan generasi muda untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tercatat, anggaran pendidikan dari APBN dialokasikan sebanyak Rp508,1 triliun.

Menurut dia, kolaborasi perguruan tinggi bersama dengan pihak swasta dan pemerintah atau kerap disebut triple helix adalah sangat penting.

Diharapkan, perguruan tinggi melalui penerapan konsep triple helix mampu menciptakan kurikulum yang up to date, mampu menjalin kerja sama inovasi, paten, dan komersialisasi, mampu mengembangkan research and development (RD) bersama, menciptakan teknologi tepat guna untuk masyarakat, meningkatkan daya saing, dan mencegah skill mismatch.

Lebih lanjut, merujuk tema pertemuan tahunan kali ini yaitu 'Peran Perguruan Tinggi Menyongsong Satu Abad Indonesia Merdeka', Rektor UI Muhamad Anis menuturkan, PTN-BH merupakan motor perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga harus senantiasa melakukan perbaikan dan inovasi dalam Tridharma Perguruan Tinggi.


Baca juga: Menristekdikti Pamit Jelang Pergantian Kabinet


Perkembangan teknologi dalam pembelajaran juga menyebabkan perubahan pada perilaku anak didik, yang semakin ingin cepat dan semakin kritis mempelajari suatu hal.

"Oleh karenanya perguruan tinggi bukan saja harus berubah namun harus bertansformasi menjadi institusi tempat lahirnya berbagai ilmu dan teknologi yang bermanfaat bagi peradaban manusia, perekonomian, sosial kemasyarakatan, kebudayaan, kebijakan publik dan jasa, kesehatan, lingkungan, serta kualitas hidup melalui pengarajan yang interaktif, penelitian dan inovasi yang dihasilkannya," ujar Anis.

Adapun 11 PTN-BH yaitu UI, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Enam tema sidang yang dibahas lebih mendalam pada sidang tahunan ini, yaitu, Kesumberdayamanusiaan, Pengembangan Keilmuan, Keprofesoran, Etika Akademik, Keuangan Keasetan, dan Kelembagaan. Organ yang ada di PTN-BH di antaranya Rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), Dewan Guru Besar (DGB), Senat Akademik (SA) melebur ke dalam enam tema sidang untuk bersama-sama membahas dan berbagi pengalaman.

"Sesuai arahan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, sejumlah program strategis PTN-BH adalah implementasi revolusi industri 4.0, pengembangan sumber daya penguatan riset dan inovasi, dan penguatan excellent teaching/learning," tutur Anis.

Diharapkan pertemuan ini akan menghasilkan pemikiran yang baru dan strategik untuk mendorong peningkatan kualitas Pendidikan Tinggi Nasional serta memberikan rekomendasi-rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh Kementerian/Lembaga serta solusi atas permasalahan bangsa. (OL-1)

BERITA TERKAIT