14 October 2019, 14:22 WIB

Dana Desa Perluas Lahan Pertanian


Januari Hutabarat | Nusantara

MI/Januari Hutabarat
 MI/Januari Hutabarat
Pembangunan irigasi untuk pertanian di Desa Dolok Nauli Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara,  dengan menggunakan dana desa

LAHAN pertanian di Desa Dolok Nauli Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, bertambah luas berkat adanya dana desa. Desa Dolok Nauli berpenduduk 1.200 jiwa dengan 350 kepala keluarga hidup dari sektor pertanian. Pertumbuhan penduduk yang disertai dengan perkembangan pembangunan membuat lahan pertanian di daerah tersebut semakin sempit. Sehingga dibutuhkan upaya pembukaan areal pertanian baru.

Ketersediaan lahan pertanian dapat terjawab dengan pembangunan jembatan dan jalan menuju lokasi pertanian. Parlindungan Sinaga, Kepala Desa Dolok Nauli Kecamatan Adian Koting Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera, berhasil menambah luas lahan pertanian didaerah tersebut dengan dana desa.

Pembukaan areal pertanian di daerah tersebut terwujud dengan pembukaan jalan dan pembangunan jembatan menuju lahan tidur di desa itu.

"Sejak tahun 2017, areal pertanian di Desa Dolok Nauli Kecamatan Adian Koting bertambah sekitar 70 hektar. Sebelumnya lahan tersebut menjadi lahan tidur karena tidak memiliki akses jalan yang memadai," kata Parlindungan, Senin (14/10).

Pada tahun 2017, pemerintah Desa Dolok Nauli membangun jembatan menuju lahan tidur dengan ukuran panjang 12 meter, lebar 5 meter dan tinggi 10 meter.

Dengan kehadiran jembatan tersebut, masyarakat dapat memasuki lahan pertanian itu tanpa harus memikirkan terjangan sungai Aek Napa yang dikwatirkan mengancam keselamatan masyarakat.

Selain membangun jembatan, pihaknya juga membangun jalan rabat beton sepanjang 700 meter dengan lebar 2 meter. Pembangunan jalan rabat beton berhasil menyentuh lahan perbaikan sawah dengan luas 10 hektar ditambah dengan areal perkebunan sekira 60 hektar dengan jumlah total 70 hektar.

Untuk menjawab pasokan air persawahan pemerintah desa Dolok Nauli juga membangun bendungan air dan irigasi menuju areal persawahan. Bendungan air yang dibangun memiliki panjang 15 meter, lebar 2 meter dengan tinggi 4 meter di atas permukaan air. Sehingga saat sungai meluap bendungan mampu menahan dan menetralkan pasokan air menuju areal persawahan.

Sedangkan penghantar pasokan air menuju areal persawahan dibangun irigasi dengan panjang 300 meter, sedangkan sisanya masih menggunakan paret sebagai penghantar air menuju persawahan lainya. Keseluruhan infrastruktur yang dibangun untuk ketersediaan lahan pertanian desa Dolok Nauli menghabiskan biaya Rp1,2 M sumber dana desa.

baca juga: Pertumbuhan Ekonomi di Jabar Melambat

Parlindungan Sinaga, menambahkan, akan menambah anggaran dana desa menuju areal pertanian tersebut untuk mendongkrak perekonomian masyarakat di daerah itu. Adanya pembangunan infrastruktur yang mendukung pertanian, masyarakat enggan meninggalkan desa dan memilih jadi petani. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT