14 October 2019, 05:40 WIB

Mandiri Bina Wirausaha Muda


M Ilham Ramadhan | Ekonomi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (berdiri, ketujuh dari kanan) berfoto bersama jajaran direksi.

BANK Mandiri konsisten untuk terus mengembangkan generasi muda menjadi wirausaha andal program Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

Direktur Utama Bank Man-diri Kartika Wirjoatmodjo ­menyatakan ajang pencarian WMM terbaik yang berawal sejak 2007 itu dilatarbelakangi keingin-an perseroan untuk melahirkan generasi muda pencipta lapang-an pekerjaan, bukan sekadar pencari kerja, dengan aktivitas usaha yang berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.

“Jika diakumulasi sejak 2007,  total wirausaha muda yang pernah mengikuti rangkaian aktivitas Wirausaha Muda Mandiri sebanyak lebih dari 36.000 pelaku usaha,” ujar Kartika seusai acara penyerahan penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2019 di Gandaria City Hall, Jakarta, pekan lalu.

Jumlah itu, lanjut dia, belum termasuk pelaku usaha yang terlibat pada program lain yang merupakan turunan dari WMM, seperti program Mandiri Sahabatku, Coding Mom, termasuk Mandiri Hackaton yang dilaksanakan Mandiri Capital Indonesia.

Kartika menambahkan, konsistensi perseroan tak berhenti pada tahap penjaringan, tetapi berlanjut ke pendampingan dan pengembangan usaha. Misalnya, melalui pelibatan lembaga pelatihan profesional dan perguruan tinggi serta alumni WMM.

“Kami juga konsisten meng-ikutsertakan finalis dan juara WMM di event-event promosi nasional dan lokal yang didukung Bank Mandiri agar mereka dapat memperkenalkan produk mereka ke pasar,” terang Kartika.

Proses pemilihan pemenang WMM tahun ini dilakukan dengan proses penjurian yang lebih ketat dan dewan juri yang sangat kompeten, seperti sutradara ­Dimas Djajadiningrat, chef Renata Moeloek, aktor dan pemerhati sosial Nicholas Saputra, serta Founder Bubu.com Shinta Dhanuwardoyo.

“Dengan pola pendekatan ini, kami berharap para pemenang memang merupakan yang terbaik dan telah siap terjun langsung dan mampu mengembangkan usaha dalam persaingan di dunia usaha,” tukas Kartika.

Lima pemenang itu ialah Kris Samuel (kategori industi perdagangan dan jasa) dengan nama usaha Uttara, Muhammad Yamin Rachman (kategori industri boga) dengan nama usaha Sambal Baba, Brian Karno Jan (kategori ­industri kreatif) dengan nama usaha Mendekor, Nofi Bayu Darmawan (kategori sosial) dengan nama usaha Kampung Marketer, dan Dedi Cahyadi (kategori teknologi) dengan nama usaha Nanobubble.id.

Dedi Cahyadi, pemilik usaha Nanobubble.id, meraih penghargaan best of the best. Produk buatan Dedi dapat dimanfaatkan petambak.

Adapun Nofi Bayu Darmawan dari usaha Kampung Marketer menjadi pemenang favorit berdasarkan pilihan ­masyarakat melalui media sosial Instagram.

Bantu petambak

Dedi mengungkapkan pro-duknya menghasilkan gelembung oksigen berukuran nano. Dengan ukuran oksigen yang amat tipis dan lembut yang di-hasilkan oleh mesin buatannya itu, jumlah oksigen akan meningkat.

“Udang dan ikan itu tetap butuh oksigen dalam hidupnya. Kita juga pernah menghasilkan 100%, oksigen kita meningkat dua kali lipat. Kita juga pernah berhasil mencegah virus dan penyakit yang selama ini menjadi momok bagi petambak,” ujar Dedi. (E-1)

BERITA TERKAIT