13 October 2019, 22:45 WIB

Febriana/Amalia Gagal Raih Gelar di Kejuaraan Dunia Junior 2019


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

ANTARA FOTO/Humas PP PBSI/Widya Amelia
 ANTARA FOTO/Humas PP PBSI/Widya Amelia
Pebulu tangkis ganda putri junior Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma.

GANDA putri junior unggulan ketiga asal Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, terpaksa gigit jari dan mengakui keunggulan dari Lin Fang Ling/Zhou Xin Ru asal Tiongkok, dengan skor, 20-22, 21-11, 14-21, dalam final Kejuaraan Dunia Junior 2019 sektor ganda putri di Kazan, Rusia, Minggu (13/10) malam.

Serangan intensif Lin/Zhou sejak awal laga membuat mereka meninggalkan Febriana/Amalia dengan skor cukup jauh, 10-4.

Namun, Febriana/Amalia, tak mau menyerah dan mencoba menempel ketat skor hingga, 11-13.

Kejelian penempatan shuttlecock dilakukan Amalia, yang mampu memaksakan skor sama kuat 14-14.

Hebatnya, ganda Indonesia berbalik unggul dan menjauh berkat smes keras dari Febriana, skor menjadi 15-14.

Febriana maupun Amalia secara bergantian mendapatkan tiga poin beruntun, 18-14.

Namun, pasangan Tiongkok terus memepet keunggulan Febriana/Amalia, hingga berhasil menyamakan kedudukan, 18-18.

Mental duo ganda putri Tiongkok memang luar biasa. Mereka malah kembali berbalik unggul, 20-19. Asa ganda Indonesia untuk menang cukup terbuka saat memaksakan laga untuk match point.


Baca juga: Leo/Indah Harus Puas Jadi Runner Up Kejuaraan Dunia Junior 2019


Lagi-lagi keuletan Zhou yang membuat Febriana mati kutu, sukses mengunci kemenangan ganda Tiongkok, 22-20.

Febriana/Amalia tak ingin menyia-nyiakan laga final. Terbukti, di gim kedua, mereka tancap gas dan saling kejar-kejaran angka menjadi 6-5.

Febriana/Amalia pun berhasil menjauh dengan enam poin beruntun, sehingga pasangan Tiongkok tertinggal, 17-11.

Gim kedua memang milik ganda Indonesia, setelah bola Febriana tak bisa dibalas Zhou, 21-11, untuk Indonesia.

"Di gim pertama waktu poin-poin kritis seperti kurang tahan, sudah unggul tapi terkejar lawan. Gimkedua sudah tepat pola mainnya," ujar Febriana.

Namun sayangnya di gim ketiga pasangan Tiongkom mengubah pola permainan dan kecepatan Febriana/Amalia berkurang, sehingga keduanya malah mengikuti permainan lawan, dan berakhir dengan kekalahan 14-21.

"Rasanya sedih sekali, ini Kejuaraan Dunia Junior terakhir saya tapi saya belum bisa dapat gelar juara. Saya sudah berusaha di pertandingan tadi," ucap Amalia sambil menghapus air matanya.

Meski kalah, sang partner, Febriana, mengaku tetap bersyukur karena target awal keduanya ialah dapat menembus semifinal.

"Setelah lolos ke final, kami memang inginnya jadi juara. Tak apa-apa, tetap semangat lagi untuk turnamen-turnamen selanjutnya," tutur Febriana. (Badmintonindonesia.org/OL-1)

BERITA TERKAIT