13 October 2019, 23:30 WIB

Hamilton Frustrasi dengan Mercedes


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

Behrouz MEHRI / AFP)
 Behrouz MEHRI / AFP)
Pembalap Mercedes Valtteri Bottas (tengah) menyemprotkan sampanye ke arah rekan setimnya, Lewis Hamilton (kanan), seusai GP Jepang berakhir.

PEMBALAP Mercedes Lewis Hamilton merasa harusnya bisa meraih hasil yang lebih baik di GP Jepang, kemarin. Dia pun menyalahkan timnya yang tidak tepat menerapkan strategi sehingga membuatnya hanya bisa finis di posisi ketiga di belakang rekannya sendiri, Valtteri Bottas, dan pembalap Ferrari Sebastian Vettel.

Menurut Hamilton, jika menggunakan taktik yang pas, setidaknya dia bisa membuat Mercedes finis pertama atau kedua. Namun, nasi sudah menjadi bubur, Mercedes memilih untuk meminta dua pembalapnya masuk pit stop dua kali.

“Dengan panduan yang lebih baik, saya kira peluang (untuk dapat hasil yang lebih baik) itu ada. Namun, setiap kali saya bisa mendekati Vettel, ban saya cepat aus,” kata Hamilton.

Meski demikian, Hamilton mengakui bahwa Bottas memang tampil dengan sangat baik. Hamilton pun memilih untuk tidak marah dan akan mengajak timnya duduk bersama guna mendiskusikan strategi yang tepat untuk ­balapan berikutnya.

Keputusan untuk masuk pit stop dua kali juga sebenarnya mengejutkan Vettel. Dia awalnya yakin Mercedes memilih untuk sekali saja masuk pit stop. “Tapi setelah tahu Mercedes masuk pit stop dua kali, itu sudah terlambat. Bottas sudah sangat jauh. Saya hanya bisa menjaga ban agar tidak aus dan memanfaatkan keunggulan Ferrari di trek lurus,” kata Vettel.

Adapun Bottas, memang seperti yang disampaikan ­Hamilton. Bottas yang start dari posisi ketiga sudah mencuri perhatian saat dirinya berhasil memimpin balapan sejak balapan dimulai.

“Saya sangat senang. Saya beruntung mengawali balapan dengan sangat baik. Kecepatan sangat bagus. Saya bisa mengendalikan balapan. Saya sangat bangga menjadi bagian dari tim,” tutur Bottas seusai balapan.

Bottas juga berhasil memanfaatkan situasi buruk yang dialami Charles Leclerc, rekan Vettel. Leclerc yang memulai balapan dari posisi kedua sudah harus berbenturan dengan jagoan Red Bull, Max Verstappen. Sempat tercecer jauh di belakang, dia mampu menyelesaikan 52 putaran dengan finis keenam. Adapun Verstappen memutuskan untuk keluar lintasan.

Juara konstruktor

Selain jadi tempat mera-yakan hasil yang didapat ­Bottas, Suzuka juga jadi tempat berpesta bagi Mercedes yang berhasil mengunci gelar juara dunia konstruktor musim ini.

Kemenangan Bottas membuat timnya mengemas 612 poin sehingga tidak mungkin lagi terkejar oleh Ferrari yang berada di peringkat dua  klasemen konstruktor. Ferrari sejauh ini sudah mengantongi 435. Sudah tidak ada lagi kesempatan bagi Ferrari meski musim ini menyisakan empat seri. Gelar juara yang didapat Mercedes itu ialah yang keenam sejak era mesin V6 turbo hibrida diperkenalkan pada 2014.

Rekor itu menyamai raihan Ferrari yang juga dominan sebagai konstruktor dari 1999 hingga 2004. Bos Mercedes Toto Wolff mengatakan raihan yang didapat timnya didedikasikan untuk mendiang Niki Lauda yang pernah jadi kepala noneksekutif Mercedes.

“Lauda pasti akan meng-ucapkan selamat untuk kemenangan keenam ini,” kata Wollf. (Ant/Crash/R-3)

BERITA TERKAIT