13 October 2019, 22:25 WIB

Menag Minta Santri Konsisten sebagai Duta Perdamaian


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Ist
 Ist
Menag Lukman Hakim Saifudin bersama para santri saat memperingati Hari Santri 2019 di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/10).

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifudin meminta santri konsisten pada identitas diri yang selama ini ditampilkannya yakni sebagai duta pembawa perdamaian.

"Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam, dari akar kata salam yang artinya kedamaian. Itulah inti jiwa santri," kata Lukman saat berpidato dalam rangkaian acara peringatan Hari Santri 2019 di arena Car Free Day, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/10).

Karena itu, lanjut Menag, santri merupakan duta perdamaian yang menebarkannya kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Dalam balutan baju putih, sarung batik, peci, dan sepatu putih, Menag mengingatkan tentang identitas santri yang harus selalu ditampilkan dalam kehidupan beragama dan bernegara.

Negara sudah sering menghadapi bahaya disintegrasi dan intoleransi. Selama ini santri telah berperan dengan baik menjaga pagar persatuan Indonesia. Menag menilai santri memiliki ciri khas yakni menghargai perbedaan.

"Sejak hari pertama mondok, santri sudah berhadapan dengan kemajemukan," cetusnya.

Ciri santri lainnya, lanjut Lukman, memiliki kecintaan luar biasa kepada Tanah Air. Lukman juga mengutip firman Allah SWT.

"Wanafahtu fihi min ruhi, yang artinya Allah telah menitipkan ruhnya pada diri setiap manusia. Maka sekeras dan setajam apa pun perbedaan kita, jangan sampai merobek nilai kemanusiaan yang ada," katanya.


Baca juga: Produsen Diminta tidak Iklankan Susu Kental Manis sebagai Susu


Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menambahkan, peringatan Hari Santri ini bukan untuk diri santri, tetapi menabalkan prinsip Islam moderat.

"Santri tidak hanya kuat dalam religiusitas saja tetapi juga hebat dalam rasa nasionalisme," kata Kamaruddin.

Untuk menjaga hal itu, negara perlu hadir, menjaga, dan memupuknya.

Seperti diberitakan, Hari Santri ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015.

Peringatan Hari Santri kali ini dihadiri sekitar 5.000 santri dari berbagai daerah. Selain acara panggung disertai pula parade santri di CFD serta pengibaran bendera merah putih sepanjang 740 meter yang dilakukan ratusan santri dari pesantren Asshidiqiyah, Jakarta.

Setelah seremoni, pengunjung mendapat tausiyah keagamaan dari LH Miftah Maulana Habiburahman dan panggung musik salawat oleh Veve Zulfikar.

Parade Hari Santri diinisiasi Kemenag untuk meneguhkan posisi kaum santri di garda terdepan menyuarakan perdamaian di tengah maraknya pertikaian, konflik, dan peperangan di berbagai belahan dunia. (RO/OL-1)

 

BERITA TERKAIT