14 October 2019, 01:00 WIB

Liga Arab Kecam Operasi Militer Turki


Melalusa Susthira K | Internasional

Nazeer Al-khatib / AFP
 Nazeer Al-khatib / AFP
Seorang pejuang Suriah pro-Turki menembakkan senjata mesin dalam pertempuran dengan pasukan Kurdi di perbatasan Kota Ras al-Ain, Suriah.

SEKRETARIS Jende­ral Liga Arab Ahmed Aboul Gheit memimpin para Menteri Luar Negeri Tanah Arab menolak ­operasi militer yang dilakukan Turki di timur laut Suriah, Sabtu (12/10).

Ahmed menyatakan, upaya itu sebagai invasi tanah Arab dan agresi terhadap kedaulat­annya.

Ahmed Aboul mengatakan, Liga Arab akan mempertimbangkan mengambil langkah-langkah melawan Turki di sektor ekonomi, investasi, dan budaya, termasuk kerja sama pariwisata dan militer. Dia juga meminta DK PBB mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menghentikan agresi Turki.

Menlu Irak Mohamed Ali Alhakim, presiden Liga Arab saat ini, pun menentang serangan Turki ke Suriah.

“Akan memperburuk krisis kemanusiaan, meningkatkan penderitaan rakyat Suriah, dan memperkuat kemampuan teroris mengatur kembali sisa-sisa (kekuatan) mereka,” kata Mohamed Ali.

Prancis dan Jerman juga mengumumkan pemberlakuan penghentian ekspor senjata ke Turki, Sabtu (12/10). Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Prancis mengatakan, Paris menangguhkan semua penjualan senjata ke Turki.

Prancis menekankan serang­an yang diluncurkan ke Suriah timur laut ialah ancaman bagi keamanan Eropa.

Menguasai Ras al-Ain

Militer Turki menyatakan telah mengambil kendali kota perbatasan utama Suriah setelah terus melancarkan serang­an terhadap para pejuang Kurdi, sekalipun mendapat berbagai kecaman internasional.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pasukannya merebut Ras al-Ain dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pada Sabtu (12/10). Momen tersebut menjadi pertempuran paling sengit sejak Ankara melancarkan serang­annya pada Rabu (9/10).

“Sebagai bagian dari operasi yang berhasil dilakukan dalam kerangka Operasi Per­damaian Spring, Kota Rasulayn yang terletak di sebelah timur Eufrat telah dikendalikan,” terang Kementerian Pertahanan Turki dalam Twitter-nya, Sabtu (12/10).

Namun, SDF segera membantah klaim itu. SDF mengatakan, pasukan Turki baru memasuki distrik industri Ras al-Ain saja setelah berjam-jam baku tembak yang mendorong pasukan Turki mundur taktis dari daerah tersebut.

Jet tempur Turki dan unit artileri berat telah membombardir Ras al-Ain, salah satu kota perbatasan utama yang menjadi sasaran serangan Turki selama berhari-hari. Bentrokan terjadi di wilayah sekitar Tal Abyad, yang juga kota perbatasan utama selain Ras al-Ain.

“Ada juga penembakan yang lebih berat di Tal Abyad dan sekitarnya hari ini,” ungkapnya.

Turki mengatakan, 459 ­orang YPG telah dinetralkan, suatu istilah yang kerap diarti­kan terbunuh, sejak operasi dimulai. Kurdi membantah angka itu dan mengumumkan 29 pejuangnya tewas. Sementara itu, empat tentara Turki terbunuh sejak serang­an dilancarkan ke Suriah. (Aljazeera/AFP/I-1)

BERITA TERKAIT